Warning!

Khusus untuk dewasa. Bagi yang belum cukup umur, sok muna, alim atau tidak suka sex, jangan protes, silahkan tutup halaman ini sekarang juga. Tetapi bagi kamu yang gemar duduk-duduk menghabiskan waktu untuk melihat dunia yang asik-asik, silahkan dilanjuti...

Belanda dan XTC

Diskusi di 'Warung Kopi' dimulai oleh LaBahe, 1 Dec 2007.

Thread Status:
Tidak terbuka untuk balasan lebih lanjut.
  1. LaBahe

    LaBahe Junior

    Joined:
    1 Dec 2007
    Pesan:
    54
    Likes Yg Diperoleh:
    39
    Surganya extacy. Demikian julukan Belanda di tahun 90 an. Namun
    sepuluh tahun kemudian, Belanda dipuji dengan penanganan terhadap narkoba. Belanda kehilangan nama sebagai pemain penting dalam produksi narkoba dunia.

    Meredam xtc
    Presiden Clinton dua kali memaksa Belanda untuk menerapkan langkah ketat terhadap produksi narkoba dari Belanda. Dalam pembicaraan, ia mendesak agar mantan Perdana Menteri saat itu, Wim Kok untuk meredam serbuan pil-pil extacy ke Amerika. Saat itu Belanda terkenal sebagai penghasil pil extacy terbanyak di dunia.

    "Citra Belanda saat itu rusak akibat tekanan Amerika terutama ucapan Clinton. Saat itu timbullah sejumlah tekanan politik agar Belanda menangani produksi pil extacy,"demikian diungkapkan Cees van Spierenburg, dari Kejaksaan Agung yang ditugasi memerangi obat-obatan sintetis tersebut.

    Hanya sebagian kecil
    Namun julukan nama buruk itu tidaklah tepat, menurut para reserse Belanda. Karena extacy hanyalah sebagian kecil dari produksi, perdagangan dan penggunaan
    narkoba internasional. Selain itu risiko kesehatan akan pemakaian extacy sangatlah kecil dibanding misalnya heroin dan kokain. Demikian dinyatakan laporan Uni Eropa mengenai pemakaian narkoba di Eropa.
    Dari laporan itu, juga disimpulkan bahwa di Uni Eropa per bulannya pemakai ectasy dua kali lebih banyak dibanding pecandu kokain. Dibanding di seluruh dunia, perbedaan itu lebih besar lagi. Jumlah pemakai kokain dan extacy tidak lebih banyak dibanding pengisap ganja. Di Eropa jumlah pengguna kanabis lebih banyak 13 kali dibanding kelompok pemakai extacy.

    Menyita jutaan pil
    Kritik dari Amerika saat itu menimbulkan langkah-langkah penangangan di Belanda. Pada 1997, Unit Obat-obatan Sintetis Belanda didirikan. Sebuah unit polisi yang mengkhususkan diri pada produksi dan ekspor obat-obatan sintetis. Unit itu membukukan sukses.Hampir setiap minggunya unit itu berhasil menggulung laboratorium extacy dan
    menyita jutaan pil. Namun anehnya kesuksesan itu hanya menegaskan bahwa Belanda adalah negara narkoba. Di luar negeri, sukses unit tersebut, terutama hanya menegaskan adanya pil-pil extacy yang diekspor dari Belanda ke seluruh dunia dalam jumlah besar.
    Setelahnya pasukan khusus anti extacy tersebut dihentikan. Kendati demikian secara teratur polisi berhasil menggulung laboratorium pil extacy, Secara umum juga ada laboratorium komplit yang digulung. Pil-pil itu dibuat di tempat-tempat terpisah, bahkan di antaranya dibuat di caravan atau kendaraan gandeng.

    Menerima pujian
    Julukan Belanda sebagai penyalur extacy untuk seluruh dunia menghilang. Belanda bahkan seharusnya menerima pujian dari Gedung putih berkat penanganan narkoba. Namun extacy belum punah di Belanda. Hennie Kuster dari reserse nasional mengatakan, "Belanda masih memainkan peran penting. Namun Belanda tidak lagi sendirian. Kanada telah mengambil alih sebagian. Sebagian besar produksi dari
    Amerika dibuat di Kanada. Produksi juga terdapat di Australia dan Eropa Timur. Selain itu juga dilihat popularitas extacy menurun. Itu adalah narkoba kuno"
    Polisi dan kehakiman menyatakan saat ini optimis atas perang terhadap extacy. Di masa mendatang mereka yakin menang di masa mendatang.
    re2may likes this.
Thread Status:
Tidak terbuka untuk balasan lebih lanjut.

Share This Page

Something Useful About Us