Warning!

Khusus untuk dewasa. Bagi yang belum cukup umur, sok muna, alim atau tidak suka sex, jangan protes, silahkan tutup halaman ini sekarang juga. Tetapi bagi kamu yang gemar duduk-duduk menghabiskan waktu untuk melihat dunia yang asik-asik, silahkan dilanjuti...

Info Jenis-jenis Penyakit Kelamin

Diskusi di 'Dokter Sex' dimulai oleh Raging Demon, 18 Jul 2008.

  1. Raging Demon

    Raging Demon Senior

    Uretritis Non-Gonokokus & Servisitis Klamidialis

    DEFINISI

    Uretritis Non-Gonokokus dan Servisitis Klamidialis merupakan penyakit menular seksual yang biasanya disebabkan oleh Chlamydia trachomatis atau Ureaplasma urealyticum (pada laki-laki), tetapi kadang-kadang disebabkan oleh Trichomonas vaginalis atau virus herpes simpleks.

    Infeksi ini disebut non-gonokokus untuk menunjukkan bahwa infeksi ini bukan disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae, bakteri yang menyebabkan gonore.

    PENYEBAB

    Chlamydia trachomatis menyebabkan sekitar 50% infeksi uretra yang bukan disebabkan gonore pada laki-laki dan infeksi leher rahim (serviks) penghasil nanah yang bukan disebabkan gonore pada wanita. Uretritis lainnya disebabkan oleh Ureaplasma urealyticum, yang merupakan suatu bakteri yang menyerupai mikoplasma.

    Chlamydia merupakan bakteri kecil yang hanya bisa berkembangbiak di dalam sel.
    Ureaplasma adalah bakteri yang sangat kecil, dengan dinding sel yang tidak terlalu kuat, tetapi bisa berkembangbiak di luar sel.

    GEJALA

    Biasanya antara 4-28 hari setelah berhubungan intim dengan penderita, seorang pria akan mengalami perasaan terbakar yang ringan ketika berkemih.
    Biasanya akan keluar nanah dari penis. Nanahnya bisa jernih atau agak keruh, tetapi lebih encer daripada nanah gonore.
    Pada pagi hari, lubang penis sering tampak merah dan melekat satu sama lain karena nanah yang mengering.
    Kadang-kadang penyakit ini dimulai lebih dramatis. Timbul rasa sakit waktu berkemih, frekuensi berkemih menjadi lebih sering dan dari uretra keluar nanah.

    Meskipun kebanyakan penderita wanita tidak menunjukkan gejala, beberapa diantaranya mengalami urgensi (desakan) berkemih yang lebih sering, rasa nyeri ketika berkemih, nyeri di perut bagian bawah, nyeri pada saat berhubungan intim dan keluarnya lendir kekuningan dan nanah dari vagina.

    Hubungan seksual melalui mulut atau dubur dengan penderita bisa menyebabkan infeksi tenggorokan atau infeksi dubur.
    Infeksi ini menyebabkan rasa nyeri dan keluarnya lendir dan nanah yang berwarna kekuningan.

    DIAGNOSA

    Pada kebanyakan kasus, infeksi oleh Chlamydia trachomatis bisa didiagnosis berdasarkan hasil pemeriksaan cairan dari penis atau leher rahim di laboratorium.
    Infeksi Ureaplasma urealyticum tidak dapat didiagnosis secara spesifik dengan pemeriksaan medis yang biasa.

    Karena pembiakannya sulit dan teknik diagnostik yang lainnya mahal, maka diagnosis infeksi Chlamydia atau Ureaplasma sering ditegakkan berdasarkan gejalanya yang khas disertai bukti yang menunjukkan tidak adanya gonore.

    PENGOBATAN

    Biasanya diberikan antibiotik tetrasiklin atau doksisiklin per-oral (melalui mulut), minimal selama 7 hari atau diberikan azitromisin dosis tunggal.
    Tetrasiklin tidak boleh diberikan kepada wanita hamil.
     
    gaplexz, bigdim1988, phoenix2 and 4 others like this.
  2. Raging Demon

    Raging Demon Senior

    Gonore

    DEFINISI

    Gonore adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae yang menginfeksi lapisan dalam uretra, leher rahim, rektum dan tenggorokan atau bagian putih mata (konjungtiva).

    Gonore bisa menyebar melalui aliran darah ke bagian tubuh lainnya, terutama kulit dan persendian.
    Pada wanita, gonore bisa naik ke saluran kelamin dan menginfeksi selaput di dalam panggul sehingga timbul nyeri panggul dan gangguan reproduksi.

    PENYEBAB

    Bakteri Neisseria gonorrhoeae.

    GEJALA

    Pada pria, gejala awal biasanya timbul dalam waktu 2-7 hari setelah terinfeksi.
    Gejalanya berawal sebagai rasa tidak enak pada uretra, yang beberapa jam kemudian diikuti oleh nyeri ketika berkemih dan keluarnya nanah dari penis.
    Penderita sering berkemih dan merasakan desakan untuk berkemih, yang semakin memburuk ketika penyakit ini menyebar ke uretra bagian atas. Lubang penis tampak merah dan membengkak.

    Pada wanita, gejala awal bisa timbul dalam waktu 7-21 hari setelah terinfeksi.
    Penderita wanita seringkali tidak menunjukkan gejala selama beberapa minggu atau bulan, dan diketahui menderita penyakit ini hanya setelah mitra seksualnya tertular.
    Jika timbul gejala, biasanya bersifat ringan. Tetapi beberapa penderita menunjukkan gejala yang berat, seperti desakan untuk berkemih, nyeri ketika berkemih, keluarnya cairan dari vagina dan demam.
    Infeksi bisa menyerang leher rahim, rahim, saluran telur, indung telur, uretra dan rektum; menyebabkan nyeri pinggul yang dalam atau nyeri ketika melakukan hubungan seksual.
    Nanah yang keluar bisa berasal dari leher rahim, uretra atau kelenjar di sekitar lubang vagina.

    Wanita dan pria homoseksual yang melakukan hubungan seksual melalui anus (lubang dubur) bisa menderita gonore pada rektumnya.
    Penderita merasakan tidak nyaman di sekitar anusnya dan dari rektumnya keluar cairan. Daerah di sekitar anus tampak merah dan kasar, tinjanya terbungkus oleh lendir dan nanah.
    Pada pemeriksaan dengan anaskop akan tampak lendir dan cairan di dinding rektum penderita.

    Melakukan hubungan seksual melalui mulut (oral sex) dengan seorang penderita gonore bias menyebabakn gonore pada tenggorokan (faringitis gonokokal).
    Biasanya infeksi ini tidak menimbulkan gejala, tetapi kadang menyebabkan nyeri tenggorokan dan gangguan menelan.

    Jika cairan yang terinfeksi mengenai mata maka bisa terjadi infeksi mata luar (konjungtivitis gonore).
    Bayi baru lahir bisa terinfeksi oleh gonore dari ibunya selama proses persalinan, sehingga terjadi pembengkakan pada kedua kelopak matanya dan dari matanya keluar nanah.
    Pada dewasa, bisa terjadi gejala yang sama, tetapi seringkali hanya 1 mata yang terkena.
    Jika infeksi ini tidak diobati bisa terjadi kebutaan.


    KOMPLIKASI

    Infeksi kadang menyebar melalui aliran darah ke 1 atau beberapa sendi, dimana sendi menjadi bengkak dan sangat nyeri, sehingga pergerakannya menjadi terbatas.
    Infeksi melalui aliran darah juga bisa menyebabkan timbulnya bintik-bintik merah berisi nanah di kulit, demam, rasa tidak enak badan atau nyeri di beberapa sendi yang berpindah dari satu sendi ke sendi lainnya (sindroma artritis-dermatitis).

    Bisa terjadi infeksi jantung (endokarditis).
    Infeksi pembungkus hati (perihepatitis) bisa menyebabkan nyeri yang menyerupai kelainan kandung empedu.

    Komplikasi yang terjadi bisa diatasi dan jarang berakibat fatal, tetapi masa penyembuhan untuk artritis atau endokarditis berlangsung lambat.

    DIAGNOSA

    Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan mikroskopik terhadap nanah, dimana ditemukan bakteri penyebab gonore.
    Jika pada pemeriksaan mikroskopik tidak ditemukan bakteri, maka dilakukan pembiakan di laboratorium.

    Jika diduga terjadi infeksi tenggorokan atau rektum, diambil contoh dari daerah ini dan dibuat biakan.

    PENGOBATAN

    Gonore biasanya diobati dengan suntikan tunggal seftriakson intramuskuler (melalui otot) atau dengan pemberian antibiotik per-oral (melalui mulut) selama 1 minggu (biasanya diberikan doksisiklin).

    Jika gonore telah menyebar melalui aliran darah, biasanya penderita dirawat di rumah sakit dan mendapatkan antibiotik intravena (melalui pembuluh darah, infus).
     
  3. Raging Demon

    Raging Demon Senior

    Herpes Genitalis

    DEFINISI

    Herpes Genitalis adalah suatu penyakit menular seksual di daerah kelamin, kulit di sekeliling rektum atau daerah di sekitarnya yang disebabkan oleh virus herpes simpleks.

    PENYEBAB

    Penyebabnya adalah virus herpes simpleks.
    Ada 2 jenis virus herpes simpleks yaitu HSV-1 dan HSV-2.
    HSV-2 biasanya ditularkan melalui hubungan seksual, sedangkan HSV-1 biasanya menginfeksi mulut. Kedua jenis virus herpes simpleks tersebut bisa menginfeksi kelamin, kulit di sekeliling rektum atau tangan (terutama bantalan kuku) dan bisa ditularkan ke bagian tubuh lainnya (misalnya permukaan mata).
    Luka herpes biasanya tidak terinfeksi oleh bakteri, tetapi beberapa penderita juga memiliki organisme lainnya pada luka tersebut yang ditularkan secara seksual (misalnya sifilis atau cangkroid).

    GEJALA

    Gejala awalnya mulai timbul pada hari ke 4-7 setelah terinfeksi.
    Gejala awal biasanya berupa gatal, kesemutann dan sakit. Lalu akan muncul bercak kemerahan yang kecil, yang diikuti oleh sekumpulan lepuhan kecil yang terasa nyeri. Lepuhan ini pecah dan bergabung membentuk luka yang melingkar. Luka yang terbentuk biasanya menimbulkan nyeri dan membentuk keropeng.

    Penderita bisa mengalami kesulitan dalam berkemih dan ketika berjalan akan timbul nyeri.
    Luka akan membaik dalam waktu 10 hari tetapi bisa meninggalkan jaringan parut.

    Kelenjar getah bening selangkangan biasanya agak membesar.
    Gejala awal ini sifatnya lebih nyeri, lebih lama dan lebih meluas dibandingkan gejala berikutnya dan mungkin disertai dengan demam dan tidak enak badan.

    Pada pria, lepuhan dan luka bisa terbentuk di setiap bagian penis, termasuk kulit depan pada penis yang tidak disunat. Pada wanita, lepuhan dan luka bisa terbentuk di vulva dan leher rahim. Jika penderita melakukan hubungan seksual melalui anus, maka lepuhan dan luka bisa terbentuk di sekitar anus atau di dalam rektum.

    Pada penderita gangguan sistem kekebalan (misalnya penderita infeksi HIV), luka herpes bisa sangat berat, menyebar ke bagian tubuh lainnya, menetap selama beberapa minggu atau lebih dan resisten terhadap pengobatan dengan asiklovir.

    Gejala-gejalanya cenderung kambuh kembali di daerah yang sama atau di sekitarnya, karena virus menetap di saraf panggul terdekat dan kembali aktif untuk kembali menginfeksi kulit.
    HSV-2 mengalami pengaktivan kembali di dalam saraf panggul. HSV-1 mengalami pengaktivan kembali di dalam saraf wajah dan menyebabkan fever blister atau herpes labialis. Tetapi kedua virus bisa menimbulkan penyakit di kedua daerah tersebut.
    Infeksi awal oleh salah satu virus akan memberikan kekebalan parsial terhadap virus lainnya, sehingga gejala dari virus kedua tidak terlalu berat.

    DIAGNOSA

    Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya.
    Untuk memperkuat diagnosa, diambil apusan dari luka dan dibiakkan di laboratorium.

    Pemeriksaan darah bisa menunjukkan adanya antibodi terhadap virus.

    PENGOBATAN

    Tidak ada pengobatan yang dapat menyembuhkan herpes genitalis, tetapi pengobatan bisa memperpendek lamanya serangan.
    Jumlah serangan bisa dikurangi dengan terus menerus mengkonsumsi obat anti-virus dosis rendah. Pengobatan akan efektif jika dimulai sedini mungkin, biasanya 2 hari setelah timbulnya gejala.
    Asikovir atau obat anti-virus lainnya bisa diberikan dalam bentuk sediaan oral atau krim untuk dioleskan langsung ke luka herpes.
    Obat ini mengurangi jumlah virus yang hidup di dalam luka sehingga mengurangi resiko penularan. Obat ini juga bisa meringankan gejala pada fase awal. Tetapi pengobatan dini pada serangan pertama tidak dapat mencegah kambuhnya penyakit ini.
     
  4. Raging Demon

    Raging Demon Senior

    Infeksi HIV

    DEFINISI

    Infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah suatu infeksi oleh salah satu dari 2 jenis virus yang secara progresif merusak sel-sel darah putih yang disebut limfosit, menyebabkan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) dan penyakit lainnya sebagai akibat dari gangguan kekebalan tubuh.

    Pada awal tahun 1980, para peneliti menemukan peningkatan mendadak dari 2 jenis penyakit di kalangan kaum homoseksual di Amerika.
    Kedua penyakit itu adalah sarkoma Kaposi (sejenis kanker yang jarang terjadi) dan pneumonia pneumokista (sejenis pneumonia yang hanya terjadi pada penderita gangguan sistem kekebalan).

    Kegagalan sistem kekebalan tubuh yang mengakibatkan timbulnya 2 jenis penyakit yang jarang ditemui ini sekarang dikenal dengan AIDS.
    Kegagalan sistem kekebalan juga ditemukan pada para pengguna obat-obatan terlarang yang disuntikkan, penderita hemofilia, penerima transfusi darah dan pria biseksual.
    Beberapa waktu kemudian sindroma ini juga mulai terjadi pada heteroseksual yang bukan pengguna obat-obatan, bukan penderita hemofilia dan tidak menerima transfusi darah.

    AIDS sudah menjadi epidemi di Amerika Serikat dengan lebih dari 500.000 orang terjangkit dan 300.000 meninggal sampai bulan Oktober 1995.
    WHO memperkirakan 30-40 juta penduduk dunia akan terinfeksi HIV pada tahun 2000.

    PENYEBAB

    Terdapat 2 jenis virus penyebab AIDS, yaitu HIV-1 dan HIV-2.
    HIV-1 paling banyak ditemukan di daerah barat, Eropa, Asia dan Afrika Tengah, Selatan dan Timur. HIV-2 terutama ditemukan di Afrika Barat.


    PERJALANAN PENYAKIT

    Supaya terjadi infeksi, virus harus masuk ke dalam sel, dalam hal ini sel darah putih yang disebut limfosit.
    Materi genetik virus dimasukkan ke dalam DNA sel yang terinfeksi.
    Di dalam sel, virus berkembangbiak dan pada akhirnya menghancurkan sel serta melepaskan partikel virus yang baru.
    Partikel virus yang baru kemudian menginfeksi limfosit lainnya dan menghancurkannya.

    Virus menempel pada limfosit yang memiliki suatu reseptor protein yang disebut CD4, yang terdapat di selaput bagian luar.
    Sel-sel yang memiliki reseptor CD4 biasanya disebut sel CD4+ atau limfosit T penolong.
    Limfosit T penolong berfungsi mengaktifkan dan mengatur sel-sel lainnya pada sistem kekebalan (misalnya limfosit B, makrofag dan limfosit T sitotoksik), yang kesemuanya membantu menghancurkan sel-sel ganas dan organisme asing.
    Infeksi HIV menyebabkan hancurnya limfosit T penolong, sehingga terjadi kelemahan sistem tubuh dalam melindungi dirinya terhadap infeksi dan kanker.

    Seseorang yang terinfeksi oleh HIV akan kehilangan limfosit T penolong melalui 3 tahap selama beberapa bulan atau tahun:
    1. Seseorang yang sehat memiliki limfosit CD4 sebanyak 800-1300 sel/mL
    darah. Pada beberapa bulan pertama setelah terinfeksi HIV, jumlahnya
    menurun sebanyak 40-50%. Selama bulan-bulan ini penderita bisa
    menularkan HIV kepada orang lain karena banyak partikel virus yang
    terdapat di dalam darah. Meskipun tubuh berusaha melawan virus, tetapi
    tubuh tidak mampu meredakan infeksi.
    2. Setelah sekitar 6 bulan, jumlah partikel virus di dalam darah mencapai
    kadar yang stabil, yang berlainan pada setiap penderita. Perusakan sel
    CD4+ dan penularan penyakit kepada orang lain terus berlanjut.
    Kadar partikel virus yang tinggi dan kadar limfosit CD4+ yang rendah
    membantu dokter dalam menentukan orang-orang yang beresiko tinggi
    menderita AIDS.
    3. 1-2 tahun sebelum terjadinya AIDS, jumlah limfosit CD4+ biasanya
    menurun drastis. Jika kadarnya mencapai 200 sel/mL darah, maka
    penderita menjadi rentan terhadap infeksi.

    Infeksi HIV juga menyebabkan gangguan pada fungsi limfosit B (limfosit yang menghasilkan antibodi) dan seringkali menyebabkan produksi antibodi yang berlebihan.
    Antibodi ini terutama ditujukan untuk melawan HIV dan infeksi yang dialami penderita, tetapi antibodi ini tidak banyak membantu dalam melawan berbagai infeksi oportunistik pada AIDS.
    Pada saat yang bersamaan, penghancuran limfosit CD4+ oleh virus menyebabkan berkurangnya kemampuan sistem kekebalan tubuh dalam mengenali organisme dan sasaran baru yang harus diserang.

    PENULARAN

    Penularan HIV terjadi melalui kontak dengan cairan tubuh yang mengandung sel terinfeksi atau partikel virus.
    Yang dimaksud dengan cairan tubuh disini adalah darah, semen, cairan vagina, cairan serebrospinal dan air susu ibu. Dalam konsentrasi yang lebih kecil, virus juga terdapat di dalam air mata, air kemihi dan air ludah.
    HIV ditularkan melalui cara-cara berikut:
    - Hubungan seksual dengan penderita, dimana selaput lendir mulut, vagina
    atau rektum berhubungan langsung dengan cairan tubuh yang
    terkontaminasi
    - Suntikan atau infus darah yang terkontaminasi, seperti yang terjadi pada
    transfusi darah, pemakaian jarum bersama-sama atau tidak sengaja
    tergores oleh jarum yang terkontaminasi virus HIV
    - Pemindahan virus dari ibu yang terinfeksi kepada anaknya sebelum atau
    selama proses kelahiran atau melalui ASI.
    Kemungkinan terinfeksi oleh HIV meningkat jika kulit atau selaput lendir robek atau rusak, seperti yang bisa terjadi pada hubungan seksual yang kasar, baik melalui vagina maupun melalui anus.
    Penelitian menunjukkan kemungkinan penularan HIV sangat tinggi pada pasangan seksual yang menderita herpes, sifilis atau penyakit menular seksual lainnya, yang mengakibatkan kerusakan pada permukaan kulit.
    Penularan juga bisa terjadi pada oral seks (hubungan seksual melalui mulut), walaupun lebih jarang.

    Virus pada penderita wanita yang sedang hamil bisa ditularkan kepada janinnya pada awal kehamilan (melalui plasenta) atau pada saat persalinan (melalui jalan lahir).
    Anak-anak yang sedang disusui oleh ibu yang terinfeksi HIV bisa tertular melalui ASI.
    Beberapa anak tertular oleh virus ini melalui penganiayaan seksual.

    HIV tidak ditularkan melalui kontak biasa atau kontak dekat yang tidak bersifat seksual di tempat bekerja, sekolah ataupun di rumah.
    Belum pernah dilaporkan kasus penularan HIV melalui batuk atau bersin penderita maupun melalui gigitan nyamuk.
    Penularan dari seorang dokter atau dokter gigi yang terinfeksi terhadap pasennya juga sangat jarang terjadi.

    GEJALA

    Beberapa penderita menampakkan gejala yang menyerupai mononukleosis infeksiosa dalam waktu beberapa minggu setelah terinfeksi.
    Gejalanya berupa demam, ruam-ruam, pembengkakan kelenjar getah bening dan rasa tidak enak badan yang berlangsung selama 3-14 hari. Sebagian besar gejala akan menghilang, meskipun kelenjar getah bening tetap membesar.

    Selama beberapa tahun, gejala lainnya tidak muncul. Tetapi sejumlah besar virus segera akan ditemukan di dalam darah dan cairan tubuh lainnya, sehingga penderita bisa menularkan penyakitnya.
    Dalam waktu beberapa bulan setelah terinfeksi, penderita bisa mengalami gejala-gejala yang ringn secara berulang yang belum benar-benar menunjukkan suatu AIDS.

    Penderita bisa menunjukkan gejala-gejala infeksi HIV dalam waktu beberapa tahun sebelum terjadinya infeksi atau tumor yang khas untuk AIDS.
    Gejalanya berupa:
    - pembengkakan kelenjar getah bening
    - penurunan berat badan
    - demam yang hilang-timbul
    - perasaan tidak enak badan
    - lelah
    - diare berulang
    - anemia
    - thrush (infeksi jamur di mulut).

    Secara definisi, AIDS dimulai dengan rendahnya jumlah limfosit CD4+ (kurang dari 200 sel/mL darah) atau terjadinya infeksi oportunistik (infeksi oleh organisme yang pada orang dengan sistem kekebalan yang baik tidak menimbulkan penyakit).
    Juga bisa terjadi kanker, seperti sarkoma Kaposi dan limfoma non-Hodgkin.

    Gejala-gejala dari AIDS berasal dari infeksi HIVnya sendiri serta infeksi oportunistik dan kanker.
    Tetapi hanya sedikit penderita AIDS yang meninggal karena efek langsung dari infeksi HIV. Biasanya kematian terjadi karena efek kumulatif dari berbagai infeksi oportunistik atau tumor. Organisme dan penyakit yang dalam keadaan normal hanya menimbulkan pengaruh yang kecil terhadap orang yang sehat, pada penderita AIDS bisa dengan segera menyebabkan kematian, terutama jika jumlah limfosit CD4+ mencapai 50 sel/mL darah.

    DIAGNOSA

    Pemeriksaan yang relatif sederhana dan akurat adalah pemeriksaan darah yang disebut tes ELISA.
    Dengan pemeriksaan ini dapat dideteksi adanya antibodi terhadap HIV, hasil tes secara rutin diperkuat dengan tes yang lebih akurat.

    Ada suatu periode (beberapa minggu atau lebih setelah terinfeksi HI) dimana antibodi belum positif. Pada periode ini dilakukan pemeriksaan yang sangat sensitif untuk mendeteksi virus, yaitu antigen P24 .
    Antigen P24 belakangan ini digunakan untuk menyaringan darah yang disumbangkan untuk keperluan transfusi.

    Jika hasil tes ELISA menunjukkan adanya infeksi HIV, maka pada contoh darah yang sama dilakukan tes ELISA ulangan untuk memastikannya.
    Jika hasil tes ELISA yang kedua juga positif, maka langkah berikutnya adalah memperkuat diagnosis dengan tes darah yang lebih akurat dan lebih mahal, yaitu tes apusan Western. Tes ini juga bisam enentukan adanya antibodi terhadap HIV, tetapi lebih spesifik daripada ELISA. Jika hasil tes Western juga positif, maka dapat dipastikan orang tersebut terinfeksi HIV.

    PROGNOSIS

    Pemaparan terhadap HIV tidak selalu mengakibatkan penularan, beberapa orang yang terpapar HIV selama bertahun-tahun bisa tidak terinfeksi. Di sisi lain seseorang yang terinfeksi bisa tidak menampakkan gejala selama lebih dari 10 tahun.
    Tanpa pengobatan, infeksi HIV mempunyai resiko 1-2 % untuk menjdi AIDS pada beberapa tahun pertama. Resiko ini meningkat 5% pada setiap tahun berikutnya.

    Resiko terkena AIDS dalam 10-11 tahun setelah terinfeksi HIV mencapai 50%.
    Sebelum diketemukan obat-obat terbaru, pada akhirnya semua kasus akan menjadi AIDS.

    Pengobatan AIDS telah berhasil menurunkan angka infeksi oportunistik dan meningkatkan angka harapan hidup penderita.
    Kombinasi beberapa jenis obat berhasil menurunkan jumlah virus dalam darah sampai tidak dapat terdeteksi. Tapi belum ada penderita yang terbukti sembuh.

    Teknik penghitungan jumlah virus HIV (plasma RNA) dalam darah seperti polymerase chain reaction (PCR) dan branched deoxyribonucleid acid (bDNA) test membantu dokter untuk memonitor efek pengobatan dan membantu penilaian prognosis penderita.
    Kadar virus ini akan bervariasi mulai kurang dari beberapa ratus sampai lebih dari sejuta virus RNA/mL plasma.

    Pada awal penemuan virus HIV, penderita segera mengalami penurunan kualitas hidupnya setelah dirawat di rumah sakit. Hampir semua penderita akan meninggal dalam 2 tahun setelah terjangkit AIDS.
    Dengan perkembangan obat-obat anti virus terbaru dan metode-metode pengobatan dan pencegahan infeksi oportunistik yang terus diperbarui, penderita bisa mempertahankan kemampuan fisik dan mentalnya sampai bertahun-tahun setelah terkena AIDS. Sehingga pada saat ini bisa dikatakan bahwa AIDS sudah bisa ditangani walaupun belum bisa disembuhkan.
     
  5. Raging Demon

    Raging Demon Senior

    Infeksi Usus Menular Seksual

    DEFINISI

    Infeksi Usus Menular Seksual adalah infeksi usus yang ditularkan melalui hubungan seksual, terutama bila mulut bersentuhan dengan alat kelamin atau dubur.

    PENYEBAB

    Infeksi usus menular seksual bisa disebabkan oleh:
    Bakteri (Shigella, Campylobacter dan Salmonella)
    Virus (Hepatitis A)
    Parasit (Giardia dan amuba lainnya).

    GEJALA

    Gejalanya khas sesuai dengan organisme yang ditularkan dan merupakan gabungan dari diare, demam, perut kembung, mual dan muntah, nyeri perut dan sakit kuning.
    Infeksi ini sering berulang, terutama pada pria homoseksual dengan mitra seksual yang berganti-ganti.

    Beberapa infeksi tidak menunjukkan gejala-gejala.
     
  6. Raging Demon

    Raging Demon Senior

    Sifilis

    DEFINISI

    Sifilis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Treponema pallidum.

    PENYEBAB

    Bakteri Treponema pallidum.

    Bakteri ini masuk kedalam tubuh manusia melalui selaput lendir (misalnya di vagina atau mulut) atau melalui kulit.
    Dalam beberapa jam, bakteri akan sampai ke kelenjar getah bening terdekat, kemudian menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah.
    Sifilis juga bisa menginfeksi janin selama dalam kandungan dan menyebabkan cacat bawaan.

    Seseorang yang pernah terinfeksi oleh sifilis tidak akan menjadi kebal dan bisa terinfeksi kembali.

    GEJALA

    Gejala biasanya mulai timbul dalam waktu 1-13 minggu setelah terinfeksi; rata-rara 3-4 minggu.
    Infeksi bisa menetap selama bertahun-tahun dan jarang menyebabkan kerusakan jantung, kerusakan otak maupun kematian.
    Infeksi oleh Treponema pallidum berkembang melalui 4 tahapan:

    Fase Primer.
    Terbentuk luka atau ulkus yang tidak nyeri (cangker) pada tempat yang terinfeksi; yang tersering adalah pada penis, vulva atau vagina.
    Cangker juga bisa ditemukan di anus, rektum, bibir, lidah, tenggorokan, leher rahim, jari-jari tangan atau bagian tubuh lainnya.
    Biasanya penderita hanya memiliki1 ulkus, tetapi kadang-kadang terbentuk beberapa ulkus.

    Cangker berawal sebagai suatu daerah penonjolan kecil yang dengan segera akan berubah menjadi suatu ulkus (luka terbuka), tanpa disertai nyeri. Luka tersebut tidak mengeluarkan darah, tetapi jika digaruk akan mengeluarkan cairan jernih yang sangat menular.
    Kelenjar getah bening terdekat biasanya akan membesar, juga tanpa disertai nyeri.
    Luka tersebut hanya menyebabkan sedikit gejala sehingga seringkali tidak dihiraukan. Luka biasanya membaik dalam waktu 3-12 minggu dan sesudahnya penderita tampak sehat secara keseluruhan.

    Fase Sekunder.
    Fase sekunder biasanya dimulai dengan suatu ruam kulit, yang muncul dalam waktu 6-12 minggu setelah terinfeksi.
    Ruam ini bisa berlangsung hanya sebentar atau selama beberapa bulan. Meskipun tidak diobati, ruam ini akan menghilang. Tetapi beberapa minggu atau bulan kemudian akan muncul ruam yang baru.

    Pada fase sekunder sering ditemukan luka di mulut.
    Sekitar 50% penderita memiliki pembesaran kelenjar getah bening di seluruh tubuhnya dan sekitar 10% menderita peradangan mata. Peradangan mata biasanya tidak menimbulkan gejala, tetapi kadang terjadi pembengkakan saraf mata sehingga penglihatan menjadi kabur.
    Sekitar 10% penderita mengalami peradangan pada tulang dan sendi yang disertai nyeri.
    Peradangan ginjal bisa menyebabkan bocornya protein ke dalam air kemih.
    Peradangan hati bisa menyebabkan sakit kuning (jaundice).
    Sejumlah kecil penderita mengalami peradangan pada selaput otak (meningitis sifilitik akut), yang menyebabkan sakit kepala, kaku kuduk dan ketulian.

    Di daerah perbatasan kulit dan selaput lendir serta di daerah kulit yang lembab, bisa terbentuk daerah yang menonjol (kondiloma lata). Daerah ini sangat infeksius (menular) dan bisa kembali mendatar serta berubah menjadi pink kusam atau abu-abu.
    Rambut mengalami kerontokan dengan pola tertentu, sehingga pada kulit kepala tampak gambaran seperti digigit ngengat.
    Gejala lainnya adalah merasa tidak enak badan (malaise), kehilangan nafsu makan, mual, lelah, demam dan anemia.

    Fase Laten.
    Setelah penderita sembuh dari fase sekunder, penyakit akan memasuki fase laten dimana tidak nampak gejala sama sekali.
    Fase ini bisa berlangsung bertahun-tahun atau berpuluh-puluh tahun atau bahkan sepanjang hidup penderita.
    Pada awal fase laten kadang luka yang infeksius kembali muncul .

    Fase Tersier.
    Pada fase tersier penderita tidak lagi menularkan penyakitnya.
    Gejala bervariasi mulai ringan sampai sangat parah.
    Gejala ini terbagi menjadi 3 kelompok utama :
    - Sifilis tersier jinak.
    Pada saat ini jarang ditemukan.
    Benjolan yang disebut gumma muncul di berbagai organ; tumbuhnya perlahan, menyembuh secara bertahap dan meninggalkan jaringan parut. Benjolan ini bisa ditemukan di hampir semua bagian tubuh, tetapi yang paling sering adalah pada kaki dibawah lutut, batang tubuh bagian atas, wajah dan kulit kepala.
    Tulang juga bisa terkena, menyebabkan nyeri menusuk yang sangat dalam yang biasanya semakin memburuk di malam hari.
    - Sifilis kardiovaskuler.
    Biasanya muncul 10-25 tahun setelah infeksi awal.
    Bisa terjadi aneurisma aorta atau kebocoran katup aorta. Hal ini bisa menyebabkan nyeri dada, gagal jantung atau kematian.
    - Neurosifilis.
    Sifilis pada sistem saraf terjadi pada sekitar 5% penderita yang tidak diobati.
    3 jenis utama dari neurosifilis adalah neurosifilis meningovaskuler, neurosifilis paretik dan neurosifilis tabetik.
    Neurosifilis meningovaskuler.
    Merupakan suatu bentuk meningitis kronis.
    Gejala yang terjadi tergantung kepada bagian yang terkena, apakah otak saja atau otak dengan medulla spinalis:
    - Jika hanya otak yang terkena akan timbul sakit kepala, pusing, konsentrasi yang buruk, kelelahan dan kurang tenaga, sulit tidur, kaku kuduk, pandangan kabur, kelainan mental, kejang, pembengkakan saraf mata (papiledema), kelainan pupil, gangguan berbicara (afasia) dan kelumpuhan anggota gerak pada separuh badan.
    - Jika menyerang otak dan medulla spinalis gejala berupa kesulitan dalam mengunyah, menelan dan berbicara; kelemahan dan penciutan otot bahu dan lengan; kelumpuhan disertai kejang otot (paralisa spastis); ketidakmampuan untuk mengosongkan kandung kemih dan peradangan sebagian dari medulla spinalis yang menyebabkan hilangnya pengendalian terhadap kandung kemih serta kelumpuhan mendadak yang terjadi ketika otot dalam keadaan kendur (paralisa flasid).

    Neurosifilis paretik.
    Juga disebut kelumpuhan menyeluruh pada orang gila.
    Berawal secara bertahap sebagai perubahan perilaku pada usia 40-50 tahun. Secara perlahan mereka mulai mengalami demensia.
    Gejalanya berupa kejang, kesulitan dalam berbicara, kelumpuhan separuh badan yang bersifat sementara, mudah tersinggung, kesulitan dalam berkonsentrasi, kehilangan ingatan, sakit kepala, sulit tidur, lelah, letargi, kemunduran dalam kebersihan diri dan kebiasaan berpakaian, perubahan suasana hati, lemah dan kurang tenaga, depresi, khayalan akan kebesaran dan penurunan persepsi.

    Neurosifilis tabetik.
    Disebut juga tabes dorsalis.
    Merupakan suatu penyakit medulla spinalis yang progresif, yang timbul secara bertahap.
    Gejala awalnya berupa nyeri menusuk yang sangat hebat pada tungkai yang hilang-timbul secara tidak teratur. Penderita berjalan dengan goyah, terutama dalam keadaan gelap dan berjalan dengan kedua tungkai yang terpisah jauh, kadang sambil mengentakkan kakinya.
    Penderita tidak dapat merasa ketika kandung kemihnya penuh sehingga pengendalian terhadap kandung kemih hilang dan sering mengalami infeksi saluran kemih.
    Bisa terjadi impotensi.
    Bibir, lidah, tangan dan seluruh tubuh penderita gemetaran. Tulisan tangannya miring dan tidak terbaca.
    Sebagian besar penderita berperawakan kurus dengan wajah yang memelas.
    Mereka mengalami kejang disertai nyeri di berbagai bagian tubuh, terutama lambung. Kejang lambung bisa menyebabkan muntah. Kejang yang sama juga terjadi pada rektum, kandung kemih dan pita suara.
    Rasa di kaki penderita berkurang, sehingga bisa terbentuk luka di telapak kakinya. Luka ini bisa menembus sangat dalam dan pada akhirnya sampai ke tulang di bawahnya.
    Karena rasa nyeri sudah hilang, maka sendi penderita bisa mengalami cedera.

    DIAGNOSA

    Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya.
    Diagnosis pasti ditegakkan berdasarkan hasil pemeriskaan laboratorium dan pemeriksaan fisik.

    PENGOBATAN

    Penderita sifilis fase primer atau sekunder bisa menularkan penyakitnya, karena itu penderita sebaiknya menghindari hubungan seksual sampai penderita dan mitra seksualnya telah selesai menjalani pengobatan.
    Pada sifilis fase primer, semua mitra seksualnya dalam 3 bulan terakhir terancam tertular. Pada sifilis fase sekunder, semua mitra seksualnya dalam 1 tahun terakhir terancam tertular. Mereka harus menjalani tes penyaringan antibodi dan jika hasilnya positif, mereka perlu menjalani pengobatan.

    Antibiotik terbaik untuk semua fase sifilis biasanya adalah suntikan penisilin:
    - Untuk sifilis fase primer, suntikan diberikan melalui kedua bokong, masing-masing 1 kali.
    - Untuk sifilis fase sekunder, biasanya diberikan suntikan tambahan dengan selang waktu 1 minggu.
    Penisilin juga diberikan kepada penderita sifilis fase laten dan semua bentuk sifilis fase tersier, meskipun mungkin perlu diberikan lebih sering dan lebih lama.
    Jika penderita alergi terhadap penisilin, bisa diberikan doksisiklin atau tetrasiklin per-oral selama 2-4 minggu.

    Lebih dari 50% penderita sifilis stadium dini, terutama sifilis fase skunder, mengalami reaksi Jarisch-Herxheimer dalam waktu 2-12 jam setelah pengobatan pertama.
    Reaksi ini diyakini merupakan akibat dari matinya jutaan bakteri.
    Gejalanya adalah merasa tidak enak badan, demam, sakit kepala, berkeringat, menggigil dan semakin memburuknya luka sifilis yang bersifat sementara waktu.
    Penderita neurosifilis kadang mengalami kejang atau kelumpuhan.

    Setelah menjalani pengobatan, penderita sifilis fase laten atau fase tersier diperiksa secara teratur.
    Hasil positif dari pemeriksaan antibodi biasanya menetap selama beberapa tahun, kadang seumur hidup penderita. Hal ini tidak menunjukkan adanya suatu infeksi baru. Untuk mengetahui adanya infeksi baru dilakukan pemeriksaan darah yang lain.

    PROGNOSIS

    Setelah menjalani pengobatan, prognosis untuk sifilis fase primer, sekunder dan fase laten adalah baik.
    Prognosis untuk sifulis fase tersier pada hati atau otak adalah buruk, karena kerusakan yang telah terjadi biasanya tidak dapat diperbaiki.
     
  7. Raging Demon

    Raging Demon Senior

    Smoga membantu... ;)
    Klo ada yg laen lengkapi yach
     
    ti6rz likes this.
  8. embong2006

    embong2006 Junior

    Bro2 yg senior atau Dr., gw bingung sekali, sejak 2 bulan yg lalu gw ada hubungan dng PSK, di BJ ngak pake KD tapi mainnya pake KD, gw kalo FJ pasti pake KD. Setelah itu kalau kencing di ujung P agak perih, di P ngak keluar cairan apapun (ngak ada nanah dan ngak ada cairan bening,normal2 aja,juga di lobang P ngak merah dan ngak ada bintil2 apapun). Dulu gw udah pernah kena penyakit dng gejala seperti ini, tapi sesudah 2 minggu baik2 sendiri tanpa obat. Kali ini sesudah 1 bln tetap perih,gw pikir chylamdia, minum azithromycin(zithromax,hari pertama 1000mg, kedua 500mg,ketiga 500mg), tetap agak perih. Periksa urin di Lab, Hasilnya OK:
    - lekosit: 1, Rujukan (3 – 6)
    - Eritrosit 2, Rujukan (0 – 3)
    - Epitel: Positive,Rujukan: Positive
    - Bakteri: Positive, Rujukan: Negativ
    - Trichomonas.v.: Negativ (ini gw bingung, apa bisa tahu hanya dng check urin?)
    - Jamur: Negative
    - Lain2: Negative
    - Darah Samar: Negative
    - Ascorbic Acid : Negative
    gw coba minum ciprofloxacin 1000 mg selama 5 hari (mungkin lebih baik kalau sy minum sehari 500mg terus 12 jam lagi 500mg ciprox ?,jadi ngak sekali 1000mg?),tetap perih, gw pikir kena virus herpes(meskipun ngak ada bintil2 dan ngak ada bercak2), coba minum Valtrex 2 x 500mg sehari selama 10 hari, hasilnya tetap agak perih diujung P.
    Sejak itu gw kalo ML pake KD, BJ maupun FJ pake KD. Selain itu badan sehat2 aja ngak ada bercak2 atau luka apapun ditubuh. Apa gw harus periksa darah atau minta bakterinya dari P dikulturkan/dibiakankan di Lab. , atau dua2nya,terus minta di check apa?, Sipilis, GO, Chlamdia atau apa?, Thanks
     
  9. penonton

    penonton Senior

    @atas, itu namanya cidera broo
    harus istirahat total

    gimana kalo meqi bau ikan asin?
    apa itu juga penyakitan?
    trus jenisnya apa yaa
     
  10. Raja DS

    Raja DS Banned

    dibaca keseluruhannya menakutkan Om :(










     
  11. nikotine

    nikotine Addict

    aduhhh puyeng aku bacanya ...
    banyak banget :))

    @penonton meqi bau ikan asin bisa menyebabkan penyakitan :))
    gatal-gatal dong
    kan ada garamnya =))
    bener ga ya
     
  12. zuverman

    zuverman Enthusiast

    keren bro infonya....kalo mau berbagi ilmu tentang kelamin..kita bisa share bro senior....thanks
     
  13. pakdhe_cool

    pakdhe_cool Mania

    so...keep save sex guys.......
     
  14. londogosong

    londogosong Mania

    hiks... takut neh... kurangi jajan aja dah....
     
  15. shogunate

    shogunate Junior

    Yang benernya brenti jajan. Setelah gue baca thread ini, niat tobat gue makin kuat.
    Gue mau kembali kejalan yang benar. Smoga malam ini adalah malam terakhir gue berhubungan dengan wp.
    Ternyata setelah dijalani gak ada gunanya. :(
     
  16. kurus_caing

    kurus_caing Junior

    Arigato

    Thanks bro infonya ...
    Dah tau juga cara pengobatanya tuh ...
    T.O.P bro=D>=D>=D>=D>=D>
     
  17. alfa Romero

    alfa Romero Newbie

    bener2 nyeremin... tapi informasi yg bermanfaat.. biar inget save sex....makasih banyak...
     
  18. omfunky

    omfunky Mania

    Om mohon informasi herpes yang terjadi pada mulut donk broer, apakah herpes terjadi pada mulut karena terinfeksi ketika oral sex ?
     
  19. kone

    kone Enthusiast

    bagi yang pernah menderita sipilis apa bisa kambuh lagi dok ?
     
  20. Gundu

    Gundu Mania

    Nambah ilmu dah bisa lebih waspada
     

Share This Page

Something Useful About Us