Warning!

Khusus untuk dewasa. Bagi yang belum cukup umur, sok muna, alim atau tidak suka sex, jangan protes, silahkan tutup halaman ini sekarang juga. Tetapi bagi kamu yang gemar duduk-duduk menghabiskan waktu untuk melihat dunia yang asik-asik, silahkan dilanjuti...

Umum Pelajaran Dari Tante

Diskusi di 'Cerita Cerita Seru' dimulai oleh badbadmaru79, 7 Jan 2007.

  1. badbadmaru79
    Offline

    badbadmaru79 Enthusiast

    Joined:
    16 Sep 2006
    Pesan:
    160
    Likes Yg Diperoleh:
    5
    Selama aku masih menganggur, aku sering ke rumah Tante Kis. Selama di sana aku
    membantu membersihkan halaman dan mengatur perkakas rumah. Maklum tanteku itu hidup sendirian. Untuk urusan angkat-mengangkat (mengangkat barang red) ia tidak sanggup. Suatu sore setelah aku menggeser pot di halaman agar kelihatan rapi, aku mau ke kamar mandi, mau cuci tangan dan buang air. Toilet Tante Kis ada di dalam kamarnya, sehingga kalau mau ke kamar mandi harus ke kamarnya dulu. Tanpa ragu-ragu kubuka kamar yang tidak terkunci itu untuk menuju kamar mandi. Begitu kubuka pintu kamarnya aku kaget, kulihat Tante Kis baru saja selesai mengeringkan badannya dengan handuk sehabis mandi. Saat kubuka pintu tadi, Tante Kis sedang dalam keadaan telanjang membelakangiku. Tante Kis rupanya tidak menyadari kalau aku sedang memperhatikan pinggul dan bokongnya dengan gemetar. Beberapa menit kemudian kututup kembali pintunya, dengan perasaan yang galau dan takut karena memasuki kamarnya tanpa mengetuk pintu terlebih dulu.
    Malamnya aku tidak bisa tidur, kemaluanku berdiri terus. Aku keluar dari kamar, rupanya Tante Kis sedang nonton TV sendirian. Aku mau menegurnya tapi tunggu dulu, Tante Kis sedang memakai pakaian yang merangsang, pahanya yang putih tersingkap, sementara tangan kanannya rupanya sedang mengelus kemaluannya sendiri. Aku diam-diam duduk agak di belakang posisi duduknya sambil memperhatikan tingkahnya tersebut dengan sedikit was-was. Akhirnya dengan perasaan yang makin kacau aku kembali ke kamar.
    Kemaluanku yang makin tegang akhirnya kukeluarkan juga, sambil kuelus-elus.
    Beberapa menit kemudian kejantananku sudah sedemikian kencang dan terasa ingin
    keluar.
    Tiba-tiba terdengar suara Tante Kis, "Kenapa Tok, kepanasan ya?"
    "Eh.. iya Tante," jawabku terbata-bata.
    "Kamu kenapa?" tanyanya tanpa melihat ke arah kemaluanku.
    Aku penasaran dan dengan memberanikan diri, kubiarkan terus kemaluanku tergerai di luar celana dalamku.
    "Nggak tahu nih Tante, ini tegang terus," sambil kutunjukkan kemaluanku.
    Tante Kis melihatnya sekilas dengan tenang. Tante Kis terus masuk ke kamarku tanpa mempedulikan lagi kejantananku yang menantang.
    "Tok, tolongin Tente dong, kelilipan nih.." sambil mengucek-ngucek matanya.
    Aku berdiri dan kuhampiri, instingku mengatakan bahwa ini adalah isyarat saja agar aku mendekatinya.
    Pikiranku sudah sangat jorok. Kuhampir Tante Kis, senjataku yang sudah siap tempur mengarah lurus ke depan menuju perutnya. Lalu kupeluk Tante Kis, batang kemaluanku terjepit di perutnya, tanganku meremas ke arah payudaranya. Rupanya Tante Kis tidak memakai BH. Aku semakin berani, kusingkapkan dasternya, kugapai payudaranya dengan penuh nafsu. Tante Kis diam saja. Tenang saja dia. Kuciumi lehernya dari belakang, payudaranya masih kencang. Beberapa saat kemudian payudaranya makin keras dan putingnya makin menantang. Nafas Tante Kis sudah mulai mendesah-desah tanda dia mulai terangsang.
    Kubuka dasternya, kulihat tubuhnya yang putih mulus. Kulepas celana dalamnya, bulu kemaluannya lebat di atas kulitnya yang putih. Tanpa kusadari kami sudah saling berpelukan tanpa dibatasi selembar benangpun. Tante Kis sudah membalas ciumanku dengan buasnya. Tubuhku semuanya diciumi, sampai ke bawah, terus ke perut, terus ke bawah lagi dan sampailah ke arah kemaluanku yang sudah ia genggam sejak tadi, barangkali takut kusembunyikan. Aku mengambil posisi duduk di pinggir tempat tidur, sementara dengan gerakan yang berpengalaman ia mulai mengulum dan menjilati kejantananku sambil tangannya mengocok dengan lembut. Aku merasa nikmat yang luar biasa, bersamaan dengan itu keluarlah maniku, sebagian menyemprot ke hidungnya yang mungil. Tante Kis masih mengocok-ngocok sambil meremas-remas kemaluanku, sehingga tuntas sudah sperma yang kukeluarkan tadi. Tante Kis kelihatan puas. Apalagi aku, seribu kali puas. Tante Kis masih terus mempermainkan kemaluanku yang sudah tidak sekeras tadi meskipun belum juga menyusut. Tante Kis terus mempermainkan kemaluanku.
    "****** kamu bagus To, besar lagi." Aku tidak menjawab, hanya tersenyum manja. Oleh kelihaian tangannya, segera kurasakan kembali rasa nikmat seperti saat ngaceng tadi. "To, ******mu sudah ngaceng lagi. Masukin ke gawukku yuk." Lalu Tante Kis mengambil posisi terlentang di sebelahku, mani yang menempel di wajahnya sudah dibersihkan dengan bantal.
    Tanpa diperintah lagi, aku mengambil posisi sebaliknya. Kuarahkan kemaluanku ke liang senggamanya yang merah merekah, dibimbingnya batang kejantananku dengan tangannya, digosok-gosokkan kepala kemaluanku di atas liang senggamanya yang sudah basah ke arah atas dan bawah kemaluannya. Kemudian diarahkan tepat di depan gerbang kemaluannya. Sekali lagi tanpa diperintah dan hanya berdasarkan naluri saja kutusukkan seluruh batang kemaluanku ke dalam liang sorganya. Liang senggamanya terasa sempit, dan dindingnya terus memijit-mijit kemaluanku yang semakin mengeras di dalam goa nikmatnya. Kudengar ia menjerit-jerit kecil menikmati gesekan kemaluanku dengan sempurna. Tanpa kusadari bokongku sudah naik turun yang mengakibatkan batang kemaluanku keluar masuk liang senggamanya. (Barangkali pembaca belum kuceritakan bahwa sekalipun aku belum pernah main perempuan, dengan Tante Kis ini, baru pertama kalinya aku melakukan sendiri apa yang dinamakan senggama, seperti yang pernah kulihat di film biru)
    Tidak lama kemudian nafas Tante Kis semakin cepat, bersamaan dengan itu ia semakin kencang menaikkan pinggulnya sehingga liang kenikmatannya meremas-remas mesra batang kejantananku. Aku merasakan nikmat yang luar biasa. Dan kudengar Tante Kis berteriak, "Keluarkan sama-sama To.." Ia mendekap kuat-kuat punggungku, diciuminya bibirku dengan buasnya. Tubuhnya mengejang dan, "Ooohh.. Iihhh.. Oohh.." suaranya kali ini keras sekali, di malam yang sunyi.
    Kami tidur bersama malam itu. Ia pulas sekali tertidur. Sedangkan aku tidak. Mataku terus melotot. Kejantananku tidak mau kompromi, tetap tegak sempurna. Sekali-kali kuremas payudaranya, ia tetap tidur lelap, kuelus goa kenikmatannya, ia juga diam saja.
    Kudekatkan lampu duduk di depan selangkangannya. Kupermainkan liang kewanitaannya, kuelus, kusibakkan kedua bibirnya dan kuperhatikan semuanya. Kuraba-raba klitorisnya yang tersembunyi di atas bibir kemaluannya. Oh, baru pertama aku melihat pemandangan ini. Sekali-kali Tante Kis bangun untuk kemudian tertidur lagi. "Aku ngantuk Tok," katanya pelan. Melihat kemaluannya yang bebas tersebut, kumanfaatkan dengan sepuas-puasnya. Akhirnya kukecup juga bibir Tante Kis lalu kujilati, Tante Kis kulihat bergelinjang kegelian sebentar. Lama kuhisap-hisap, kujilati klitorisnya sampai basah.
    Basah oleh ludahku bercampur dengan lendir yang keluar dari liang senggamanya.
    Diangkat-angkatnya pinggul Tante Kis, menandakan ia keenakan, seakan ingin lidahku terus menjilatinya.
    Melihat Tante Kis sudah memberikan tanggapan, segera kutiduri lagi Tante Kis untuk kedua kalinya. Tante Kis kali ini bersikap pasif mungkin masih kelelahan, kumasukkan kejantananku, kali ini terasa agak seret. Tante Kis merintih, "Pelan-pelan Tok, sakit.." Aku menurutinya. Pelan-pelan kumasukkan batang kejantananku ke dalam liang senggamanya yang seret itu, sampai semuanya habis tertelan oleh kemaluan Tante Kis. Kugoyang sebentar, keluarlah maniku dengan deras.
    Begitulah, berkali-kali kusetubuhi Tante Kis, baik dalam keadaan sadar maupun tidak.
    Aku tidak bisa menghitung berapa kali air maniku muncrat. Sampai akhirnya aku
    benar-benar kelelahan dan tertidur.
    Sejak saat itu aku jadi sering ke rumah Tante Kis. Sampai akhirnya aku diterima kerja di kota lain. Saat ini usianya mungkin sudah 55 tahun. Kadang-kadang aku masih suka mengunjunginya, dan tidak lupa memberikan siraman air kenikmatan ke dalam kemaluannya.
  2. kambingx
    Offline

    kambingx Enthusiast

    Joined:
    11 Apr 2006
    Pesan:
    89
    Likes Yg Diperoleh:
    22
    ih biasa banget critanya terlalu langsungan
  3. kodokbrewok
    Offline

    kodokbrewok Mania

    Joined:
    29 Nov 2006
    Pesan:
    353
    Likes Yg Diperoleh:
    18
    weh... cepat sekali habisnya.
  4. slangsling19
    Offline

    slangsling19 Junior

    Joined:
    25 Nov 2006
    Pesan:
    192
    Likes Yg Diperoleh:
    0
    Wuedeh, bro badbadmaru banyak pengalaman sama tante uiii....
    Jadi ngiri daku...hihihihihihihi seep broooo
    Thanks ya brooo
  5. pujaanhati
    Offline

    pujaanhati Addict

    Joined:
    7 Dec 2006
    Pesan:
    527
    Likes Yg Diperoleh:
    8
    mana alur ceritanya nh.. maen serobot aja kata2nya
  6. setyatrus
    Offline

    setyatrus Junior

    Joined:
    30 Oct 2006
    Pesan:
    12
    Likes Yg Diperoleh:
    0
    kalo ini mah nggak seru....
  7. ittoganteng
    Offline

    ittoganteng Mania

    Joined:
    6 Jul 2006
    Pesan:
    220
    Likes Yg Diperoleh:
    1
    Broo kok langsung hantem aja..crite gak ada warming up segale..ini xxx ye..
  8. gedeanune
    Offline

    gedeanune Junior

    Joined:
    10 Jan 2007
    Pesan:
    31
    Likes Yg Diperoleh:
    0
    weleh..sudah sukur dicritain... thx atas critanya badbadmaru
  9. pujaanhati
    Offline

    pujaanhati Addict

    Joined:
    7 Dec 2006
    Pesan:
    527
    Likes Yg Diperoleh:
    8
    bad romantismenya mana nh
  10. just_me
    Offline

    just_me Mania

    Joined:
    21 Nov 2006
    Pesan:
    249
    Likes Yg Diperoleh:
    2
    not bad, lah...!! next time better, dech...!! thanks broer.
  11. rizalR
    Offline

    rizalR Enthusiast

    Joined:
    11 Dec 2006
    Pesan:
    288
    Likes Yg Diperoleh:
    16
    tante... ajarin juga dong
  12. polo
    Offline

    polo Junior

    Joined:
    16 Jan 2007
    Pesan:
    17
    Likes Yg Diperoleh:
    0
    aku juga mau jadi muridnya
  13. cool4ever
    Offline

    cool4ever Newbie

    Joined:
    9 Aug 2013
    Pesan:
    37
    Likes Yg Diperoleh:
    0
    Jenis Kelamin:
    Cowok
    kalo diatur alur nya, cerita ini bisa lebih syur baca nya... tapi paling tidak udah usaha

Share This Page

Something Useful About Us