Warning!

Khusus untuk dewasa. Bagi yang belum cukup umur, sok muna, alim atau tidak suka sex, jangan protes, silahkan tutup halaman ini sekarang juga. Tetapi bagi kamu yang gemar duduk-duduk menghabiskan waktu untuk melihat dunia yang asik-asik, silahkan dilanjuti...

TINJU (boxing)

Diskusi di 'Hobby/Olahraga' dimulai oleh pinjem_bud, 25 May 2007.

  1. Ethuang

    Ethuang Senior+

    Ricardo Mayorga Mempensiunkan Fernando Vargas


    [​IMG]

    LOS ANGELES - Petinju pemegang sabuk WBC asal Nikaragua Ricardo � El Matador” Mayorga melakukan combacknya ke atas ring dengan sempurna. Bertarung sepanjang 12 ronde, petinju dengan rekor (28-6-1, 22ko) itu berhasil membawa lawannya kali ini Fernando 'El Feroz' Vargas (26-5, 22 ko) pensiun dengan menang angka mutlak, 114-112, 115-111, 113-113 pada laga tinju kelas welter yang digelar di Staples Center, Los Angeles, Sabtu (24/11/2007).

    Laga yang tertunda ini memang membawa animo besar bagi kalangan pecinta tinju. Mayorga yang memakai celana (trunk) hitam mampu meladeni pertarungan keras Vargas yang memakai celana emas.

    Pukulan-pukulan akurat dari Mayorga yang telah absen setahun belum hilang. Justu petinju yang terakhir meng-KO Oscar de La Hoya pada ronde keenam pada Mei 2006 itu bahkan bisa menjatuhkan Vargas dua kali. Sekali di ronde pertama dan sekali lagi di ronde ke-11.

    Aksi serangan dari Mayorga tidak berhenti di sana. Terlihat dia sempat merobek pelipis Vargas di ronde ketiga ketika keduanya berduel dalam aksi saling pukul. Baru pada ronde keempat Vargas terlihat bangkuit dan mampu mencuri angka.

    Vargas yang datang dengan modal kekalahan dari Shane Mosley memang telah menyiapkan rencana pensiunnya. Pada sesi jumpa pers 12 Juli lalu, petinju yang baru kalah dalam empat pertandingan itu memang mengungkapkan keinginannya untuk menggantung sarung tinjunya.

    Tapi sayang petinju berusia 34 tahun itu gagal menutup akhir karirnya dengan membungkam atau menjatuhkan Ricardo Mayorga.
  2. Ethuang

    Ethuang Senior+

    Selasa, 27 Nov 2007,
    [FONT=Times New Roman, Times, serif]Lebih Penting Sponsor daripada Promotor
    [/FONT]


    Chris John Menatap Mandatory Fight
    JAKARTA - Chris John menatap pertarungan wajib kelas bulu (57,1 kg) versi WBA kontra Roinet Caballero dengan percaya diri. Belum adanya promotor yang menawarkan diri, tidak membuat petinju berjuluk The Dragon itu resah. Tim yang dimiliki petinju asal Semarang tersebut lebih membutuhkan sponsor untuk pertarungan yang rencananya akan diselenggarakan di Jakarta pada 26 Januari 2008 itu.

    Craig Christian, pelatih sekaligus manajer Chris John, sudah menyiapkan diri sebagai promotor. "Rencana pertarungan itu sudah disiapkan secara matang. Craig yang akan bertindak selaku promotornya. Kami lebih membutuhkan sponsor," terang Andy Chandra, manajer bisnis Chris John, kepada Jawa Pos kemarin (26/11).

    Meski demikian, kubu The Dragon tetap membuka tangan jika ada promotor yang mau memanggungkan Chris. Salah satu yang dikabarkan berminat adalah Bintang Wulanda. Wulan, sapaan akrab Wulanda, memang pernah ikut terlibat dalam kepromotoran pertarungan Chris saat menghadapi Jose "Cheo" Rojas, pada 3 Maret lalu. Dia tergabung dalam bendera AMW Promotion.

    Namun, AMW Promotion bubar seiring dengan kisruhnya bayaran kedua petinju. Meski, bayaran itu akhirnya bisa dituntaskan menyusul keterlibatan Badan Pengawas dan Pengendalian Olahraga Profesional Indonesia (BP2OPI), trio AMW tidak bisa diselamatkan. Wulan memisahkan diri dari dua koleganya, Albert Reinhard Papilaya, dan Maya Wilhelmina.

    "Sampai sekarang belum ada yang menawarkan diri untuk mempromotori pertarungan Chris John melawan Caballero. Termasuk bu Wulan, yang disebut-sebut akan menjadi promotor, belum pernah menghubungi kami," kata Tony Priatna, penata tanding Chris John kontra Caballero.

    Kekisruhan soal bayaran Chris John saat menghadapi Jose Rojas pada 3 Maret lalu diakui Tony membuat manajemen Hary’s Gym sangat hati-hati dalam menerima promotor dari luar. "Kita tak ingin kasus seperti dulu itu terulang lagi. Karean itu, kami sangat selektif dalam menentukan promotor," papar Tony.

    Sampai kemarin, Chris John masih berada di Semarang. Chris tetap berlatih fisk untuk menjaga kondisi. Kondisinya cukup terbentuk usai setengah bulan lalu berlatih di Perth, Australia. "Rencananya, Chris akan kembali ke Perth akhir bulan ini. Tetapi, dia akan kembali lagi ke tanah air untuk merayakan Natal, pada 25 Desember nanti. Karena waktu pertandingan sudah dekat, kemungkinan latihan akan dituntaskan di sini (Indonesia)," pungkas Andy.
  3. DORCE

    DORCE Elite

    [FONT=Arial,Helvetica]Rencana Chris John vs Roinet Caballero[/FONT]
    [FONT=Arial,Helvetica][SIZE=+2]Belum Ada Jawaban Promotor[/SIZE]

    [SIZE=-1]Rencana pertarungan Chris John vs Roinet Caballero masih belum sepenuhnya mendapatkan titik terang. Meskipun sudah resmi diumumkan tanggal pelaksanaannya, 26 Januari 2008 di Jakarta, belum ada pernyataan kesanggupan dan kontrak dari promotor.

    Rumor yang beredar, pertarungan antara petinju Indonesia vs Panama itu akan dipromotori Bintang Wulanda. Promotor wanita ini pernah mementaskan Chris vs Jose Rojas II dengan bendera AMW Promotions. Namun, AMW bubar, mengiringi kekisruhan bayaran Chris dan Rojas. Wulan lantas memisahkan diri dari dua koleganya, Albert Reinhald Papilaya dan Maya Wilhelmina.

    Wulan menolak berkomentar saat dikonfirmasi tentang keterlibatannya lagi dalam pementasan Chris. Dia hanya berkata bahwa dirinya belum berhubungan dengan manajemen Chris soal rencana itu.

    “Soal promotor memang jadi masalah utama saat ini. Kami belum mendapatkan kepastian dan kontrak sehingga saat ini kami benar-benar berusaha keras untuk mendapatkan promotor. Kalau gagal mendapatkan promotor lokal, ada kemungkinan besar Craig Christian akan mempromotori sendiri laga Chris vs Caballero,” ujar Toni Priatna, penata tanding Chris vs Caballero.

    Masih di Indonesia

    Chris sendiri belum segera kembali ke Perth, Australia. Setelah mengumumkan rencana pertarungannya, Sabtu (17/11) di Jakarta, Chris kembali ke Semarang. Dia baru akan kembali berlatih di Harry’s Gym awal Desember.

    “Saya akan berlatih selama hampir sebulan, sampai akhir Desember. Natal mungkin saya akan kembali ke Indonesia. Setelah itu latihan di dalam negeri,” kata Chris.

    Craig Christian tak terlalu mengkhawatirkan kondisi Chris. Dia sangat percaya akan kemampuan dan disiplin anak buahnya itu dalam berlatih guna menghadapi sebuah pertarungan.

    “Saya tidak terlalu khawatir. Chris orang yang profesional. Dia mampu menjalankan seluruh program latihan tanpa banyak kesulitan. Dia adalah petinju saya yang paling mudah diajak bekerja sama. Soal Caballero, saya juga tidak terlalu khawatir. Kemampuannya tidak istimewa. Itu hasil telaah saya dari rekaman pertarungan,” ujar Craig, manajer dan pelatih Chris.

    Mempersiapkan dana pertarungan Chris jauh lebih merepotkan dibanding mempersiapkan teknis bertinju sang juara kelas bulu WBA itu. Tunggu saja kelanjutan perburuan promotor laga Chris vs Caballero.[/SIZE][/FONT]
  4. DORCE

    DORCE Elite

    [FONT=Arial,Helvetica][SIZE=+2]Mayorga Belum Mau Berhenti![/SIZE]

    [SIZE=-1]Jangan abaikan pengalaman di ring tinju. Pesan khusus itu disampaikan Ricardo Mayorga kepada mantan juara dunia kelas menengah jr. WBA, Fernando Vargas, yang ditaklukkan lewat kemenangan angka mutlak, Jumat (23/11) di Staples Center, Los Angeles, AS.

    Berbekal usia tua dan kenyang bertualang di ring tinju, Mayorga tak hanya rajin menekan lewat pukulan-pukulan liarnya. Ia dua kali menjatuhkan Vargas, di ronde pertama dan 11. Bahkan, petinju asal Nikaragua itu tak goyah saat hook atau jab lawan menyengat wajahnya. Tak heran di akhir pertarungan Mayorga menang angka mutlak 114-111, 115-112, dan 113-113.

    Mayorga, mantan juara dunia menengah jr. WBC, merebut gelar kelas menengah super WBC Continental America sekaligus meredam ambisi Vargas yang gagal menutup karier dengan indah.

    ”Saya tetap merasa yang menang. Saya terpeleset saat jatuh di ronde pertama. Tapi, saya tak mau menggugat Mayorga sebab saya tak hanya punya modal bertinju dalam hidup ini. Saya akan lakukan hal lain setelah pensiun,” ucap Vargas seperti dikutip dari fightnews.com.

    Ya, dengan mengusung bendera Vargas Entertainment Promotions, petinju berusia hampir 30 itu akan memulai karier sebagai promotor. Latar belakangnya yang keturunan Meksiko serta hidup lama di Los Angeles membuat Vargas yakin dengan pekerjaan barunya itu.
    [/SIZE][/FONT]
  5. DORCE

    DORCE Elite

    Jadi Raja Welter

    Lalu bagaimana dengan Mayorga? Petinju nyeleneh dengan segudang kebiasaan buruk tapi punya banyak kekuatan itu tetap berambisi mencari duit lewat jotosan liar. Bahkan, usia 34 tahun tak membuatnya ingin segera mundur.

    “Malah saya ingin turunkan berat ke 68 kg dan bermain di kelas welter. Kelas ini (menengah super/75,6 kg) terlalu berat dan Vargas memukul saya dengan keras,” ujar Mayorga. Di tahun 2003, Mayorga dua kali jadi juara welter WBA/WBC setelah mengalahkan Vernon Forrest.

    “Saya akan mengejar Miguel Cotto atau Floyd Mayweather agar semua orang tahu bahwa sayalah raja di kelas welter, bukan mereka. Saya sudah buktikan itu malam ini,” katanya.

    Well, melihat daya tahan Mayorga, boleh saja ia berambisi merajai kelas yang dulu dikuasai. Namun, ia harus waspada pada petinju-petinju muda macam Cotto atau Mayweather yang masih punya kecepatan. Jika tidak, ia harus siap-siap pensiun menyusul Vargas.
  6. Ethuang

    Ethuang Senior+

    Rabu, 28 Nov 2007,
    [FONT=Times New Roman, Times, serif]Pertarungan Cino Terancam Batal
    [/FONT]


    JAKARTA - Rencana perebutan gelar yang lowong di kelas bulu (57,1 kg) versi WBO Oriental antara Daud "Cino" Jordan melawan petinju Ghana Tiophilus Quaye belum juga menemui titik terang. Pasalnya, promotor Pino Bahari dari DB Promotion yang akan menyelenggarakan pertarungan tersebut sampai kemarin belum mendapatkan sponsor sebagai pendukungnya.

    Sebelumnya, pertarungan 12 ronde itu dijadwalkan diadakan pada 29 Nopember mendatang di Studio Indosiar Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat. Namun, seiring belum adanya sponsor selaku pendukung dana, Pino meminta agar pertarungan itu ditunda hingga pertengahan Desember mendatang. Penundaan tersebut sudah dilaporkan ke WBO Oriental dan sudah disetujui badan tinju profesional terbaru bentukan hasil konvensi WBO belum lama ini.

    "Pihak WBO Oriental memang sudah menyetujui penundaan itu hingga pertengahan Desember 2007. Tapi, kami masih saja kesulitan mendapatkan sponsor. Karena itu, rencana penundaan pertarungan tersebut hingga pertengahan Desember nanti juga masih belum jelas. Tidak tertutup kemungkinan, pertarungan itu batal," kata Pino kepada Jawa Pos di Jakarta kemarin (27/11).

    "Kami tunggu sampai pekan depan. Kalau memang tidak ada sponsor, ya terpaksa rencana pertarungan gelar itu kami batalkan," tambah peraih emas pada Asian Games 1990 di Beijing tersebut.

    Menurut anak promotor kondang Daniel Bahari itu, walau agenda perebutan gelar tersebut terancam batal, Cino diproyeksikan akan tetap naik ring sebelum tutup tahun ini. Hanya, duel yang akan dilakoni Cino tidak lagi berafiliasi pada WBO Oriental. Tetapi, Cino akan melakukan pertarungan perebutan gelar di versi WBO Aspac Youth.

    Saat ini, Cino adalah pemegang sabuk juara kelas bulu versi WBO Aspac Youth. "Jika pertarungan di WBO Oriental batal, Cino akan tetap naik ring. Tapi, dalam kapasitasnya mempertahankan gelar kelas Bulu versi WBO Aspac Youth," ujar Pino. Namun, dia belum mau menyebutkan siapa nama calon lawan Cino.
  7. Ethuang

    Ethuang Senior+

    Rabu, 28 Nov 2007,
    [FONT=Times New Roman, Times, serif]Berebut Penantang Klitschko
    [/FONT]


    BERLIN - Wladimir Klitschko memiliki agenda penting pada awal 2008. Juara dunia kelas berat versi IBF asal Ukraina itu bakal bentrok dengan juara WBO Sultan Ibragimov dari Rusia dalam duel unifikasi (penyatuan gelar) di Madison Square Garden, New York, Amerika Serikat (AS), 23 Februari mendatang.

    Namun, sebelum unifikasi itu, Klitschko tak boleh melewatkan pertarungan pada 26 Januari di Berlin, Jerman. Mengapa? Sebab, pada tanggal itu bakal diketahui siapa penantang utama Klitschko dalam duel wajib (mandatory fight), yakni Alexander Povetkin atau Eddie Chambers.

    Dua petinju tersebut memang belum populer di ring tinju profesional. Namun, Povetkin maupun Chambers tidak bisa dipandang sebelah mata. Sebab, keduanya memiliki rekor belum terkalahkan.

    Povetkin asal Rusia adalah petinju yang matang di ring amatir. Dia peraih medali emas kelas berat super Olimpiade Athena 2004 dengan rekor 14-0 (11 KO). Tahun ini, Povetkin menaklukkan dua petinju tangguh AS. Mulai Larry Donald, petinju yang pernah menaklukkan Evander Holyfield, 30 Juni lalu, dan mantan juara dunia Chris Byrd pada 27 Oktober lalu.

    Byrd, yang kalah KO/TKO pada ronde ke-11, bahkan menyebut Povetkin sebagai calon juara dunia yang harus diwaspadai. "Saya sudah tak sabar menunggu kesempatan menantang juara dunia," tandas Povetkin kepada Boxnews kemarin (27/11).

    Sementara itu, Chambers juga bukan petinju ayam sayur. Pasalnya, 30 laga di atas ring dijalaninya tanpa cacat. Petinju berusia 25 tahun tersebut berhak mendapatkan kesempatan dalam duel calon mandatory fight setelah menaklukkan Calvin Brooks pada 2 November lalu.

    Promotor pertandingan Dan Goossen menyatakan, duel Povetkin versus Chambers tak kalah panas dengan duel kejuaraan dunia. "Laga ini hanya satu langkah menuju kejuaraan dunia. Sepanjang karir mereka, saya tidak pernah melihat mereka kehilangan fighting spirit. Jadi, saya tidak bisa membayangkan betapa dahsyatnya laga mereka," papar Goosen setengah berpromosi.
  8. Ethuang

    Ethuang Senior+

    Senin, 03 Des 2007,
    Chris John
    [FONT=Times New Roman, Times, serif]Tak Mau Diganggu Masalah Promotor
    [/FONT]


    JAKARTA - Konsentrasi Chris John, 26, tak mau terpecah. Pemegang sabuk juara dunia kelas bulu (57,1 kg) versi WBA itu tak ingin mempersoalkan promotor yang bakal memanggungkan dirinya dalam duel wajib (mandatory fight) melawan penantangnya, Roinet Caballero dari Panama, pada 26 Januari 2008 di Jakarta.

    "Chris sangat percaya dengan Craig Christian, pelatih sekaligus manajer yang memastikan pertarungan dirinya pada 26 Januari 2008," kata Tony Priatna, matchmaker (penata tanding) Chris melawan Caballero, kepada Jawa Pos di Jakarta kemarin (2/12).

    Kepercayaan The Dragon -julukkan Chris John- bahwa dirinya siap menatap pertarungan wajib tersebut dibuktikan melalui keseriusan dalam mempersiapkan diri. Setelah merasa cukup menggembleng diri dengan kesiapan fisik di Semarang, Jateng, suami mantan atlet wushu nasional Ana Maria Megawati itu kemarin bertolak ke Australia dengan menumpang pesawat Garuda Indonesia dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Dia berangkat sendiri karena rekan-rekan sparring partner-nya sudah berada di Australia. Rekan sparring partner Chris tersebut, antara lain, Alex Bajawa, Angky Angkota, dan Ricky R.

    "Selain menjadi sparring parnter Chris, mereka disiapkan untuk bertarung dalam partai tambahan pada pertarungan gelar itu," ucap Tony yang ikut mengantar Chris.

    Kepergian Chris ke Australia memang dimaksudkan sebagai tindak lanjut persiapan fisik yang selama ini dilakukan di Semarang. Di Perth Australia nanti, seperti biasa, Chris ditempa dalam latihan-latihan keras di bawah asuhan Craig di Harry’s Gym.

    Dijadwalkan, dia akan menjalani latihan selama sebulan di Australia dengan penekanan pada teknik dan strategi menghadapi Caballero. Latihan akan berlangsung hingga akhir Desember mendatang. Selanjutnya, pada awal Januari 2008, Chris yang didampingi pelatih asal dari Australia itu kembali ke Indonesia untuk menyelesaikan seluruh program latihan. Seperti saat menghadapi Jose "Choe" Rojas (Venezuela) dalam pertarungan part II di Jakarta pada Maret lalu, kali ini Chris juga akan mematangkan latihan di Banyuwangi, kota kecil paling timur di Jawa Timur.

    "Seluruh program latihan nanti diakhiri di Banyuwangi. Dia baru kembali ke Jakarta beberapa hari jelang pertarungan," ujarnya.
  9. Ethuang

    Ethuang Senior+

    Senin, 03 Des 2007,
    [FONT=Times New Roman, Times, serif]Chaves Jr Jaga Rekor
    [/FONT]


    ALBUQUERQUE - Dinasti Julio Cesar Chavez tak perlu khawatir kehilangan generasi kelas wahid. Julio Cesar Chavez Jr, putra legendaris tinju Meksiko, mampu membuktikan bahwa dia layak mewarisi nama besar sang ayah.

    Bukti ketangguhan dia tersaji dalam partai no-gelar kelas welter super (69,2 kg) di Tingley Coliseum Albuquerque, New Meksiko, Amerika Serikat (AS), kemarin (2/12) WIB. Chavez Jr menghentikan perlawanan petinju kebanggaan Albuquerque, Ray Sanchez, dengan KO (knock out) pada ronde keenam saat berjalan 1 menit 33 detik.

    Pertarungan yang dijadwalkan berlangsung 10 ronde itu berlangsung keras dari ronde ke ronde. Sebanyak 6.077 penonton disuguhi aksi jual beli pukulan. Sanchez yang tersudut di tali ring tak kuasa bangkit setelah menerima berondongan pukulan kombinasi lawan.

    Pendarahan di hidung mantan skuad tinju amatir Olimpiade Sydney 2000 itu pun tak terelakkan. Duel bertajuk "Latin Fury" tersebut memungkasi kejuaraan WBO kelas terbang ringan (48,9 kg) antara Ivan Calderon (Puerto Rico) dengan Juan Esquer (Meksiko). Calderon berhasil mempertahankan gelar setelah dinyatakan menang angka telak.

    Di partai utama, Chavez Jr terlihat lebih mendominasi dengan banyaknya pukulan yang dilepaskan. Namun, banyaknya pukulan sampai separo permainan belum membuat lawan goyah.

    "Saya ingin meningkatkan bobot pukulan walaupun saya merasa lebih kuat darinya," ujar Chavez Jr seperti dilansir Associated Press usai pertandingan.

    Kemenangan ke-34 petinju berusia 21 tahun itu membuat rekor belum pernah kalah tetap terjaga. Bahkan, 27 diantaranya didapat dengan KO. Sebaliknya, hasil buruk Sanchez merupakan kekalahan kedua petinju berusia 24 tahun yang sebelumnya mengantongi 20 kali menang (15 KO).

    "Saya sudah berusaha memberikan perlawanan keras dengan pukulan yang merepotkan dia. Sialnya, saya berada di sisi yang salah ketika dia melepas pukulan beruntun," kilah Sanchez.

    Sementara, promotor Bob Arum (Top Rank) menilai Chavez Jr bakal lebih hebat dari sang ayah. "Apa yang ditunjukkan Julio sangat menjawab banyak pertanyaan dan harapan pecandu tinju. Butuh beberapa laga lagi untuk menjadi petinju besar," tandas Arum.
  10. Ethuang

    Ethuang Senior+

    Selasa, 04 Des 2007,
    [FONT=Times New Roman, Times, serif]Chavez Jr Tunggu Lawan
    [/FONT]


    ALBUQUERQUE - Perlahan namun pasti. Sinyal itu dinyalakan promotor Top Rank Bob Arum kepada Julio Cesar Chavez Jr terkait dengan proyeksi putra legendaris tinju Meksiko Julio Cesar Chavez tersebut untuk mengikuti jejak sang ayah. Menyusul kemenangan KO ronde keenam Chavez Jr atas Ray Sanchez dalam partai nongelar kelas welter super (69,2 kg) di Tingley Coliseum, Albuquerque, AS, Minggu (2/12), banyak tawaran datang.

    Salah satunya, melawan Floyd Mayweather Jr. Namun, Arum tak ingin Chavez Jr melejit secara instan. Sebab, bila tak direncanakan secara matang, efek cepat berkibar itu bisa mengakibatkan pamornya cepat jatuh pula. Dengan usia 21 tahun, Arum yakin petinju yang duduk di peringkat kedelapan WBC kelas welter (66,7 kg) itu bisa bertahan melebihi kemampuan ayahnya yang gantung sarung tinju pada usia 43 tahun.

    "Julio bisa menjawab melalui penampilan luar biasa yang dia tunjukkan. Mungkin dua atau tiga pertandingan berbobot lagi akan dijalani Julio sebelum kejuaraan dunia. Realistisnya sekitar 2009," ujar Arum sebagaimana dilansir fightnews kemarin (3/12).

    Chaves Jr tak mempermasalahkan siapa lawan berikutnya. "Saya siap kapan saja, sekalipun untuk pertarungan merebut gelar. Saya punya peringkat dan atas kehendak Tuhan, semua bisa terjadi," ungkapnya.
    Petinju yang belum terkalahkan dengan rekor 34 menang (27 KO) dan sekali draw itu pun mengungkapkan keinginannya untuk mendongkrak performanya ke kejuaraan dunia.

    Pilihannya adalah petinju senior Argentina Carlos Baldomir atau kompatriotnya, Alfonso Gomez. Menurut situs boxrec, tampaknya, peluang Chavez Jr menghadapi Gomez yang lebih tua lima tahun itu lebih terbuka. Mereka dijadwalkan bentrok pada 26 April 2008 di AS. Walau hanya duel nongelar 10 ronde, penampilan mereka layak ditunggu.
  11. Ethuang

    Ethuang Senior+

    Preview Ricky Hatton vs Floyd Mayweather
    Cukup Empat Ronde!



    [​IMG]

    LONDON - Taji petinju Amerika Serikat, Floyd Mayweather cukup menakutkan. Mantan juara tinju kelas berat asal Inggris, Lennox Lewis menghimbau rekan senegaranya Ricky Hatton untuk menjatuhkan Mayweather pada ronde 4 jika ingin meraih gelar Kelas Welter WBC di Las Vegas.

    Meski kemampuan Mayweather bagus, tapi Lewis melihat Hatton mempunyai kesempatan untuk menjatuhkannya.

    "Floyd Mayweather jelas difavoritkan dengan permainan cepat dan skillnya yang baik. Tapi, Ricky harus bermain seperti orang gila untuk mendapatkan kemenangan cepat," tegas Lewis seperti dilansir BBC, Senin (3/12/2007).

    Sejauh ini belum ada satupun petinju yang berhasil menundukkan Mayweather. Tak aneh jika petinju berusia 30 tahun itu mampu merebut gelar di enam kelas yang berbeda.

    Tapi, menurut Lewis itu bukan masalah bagi Hatton. "Saya ingin sekali Ricky mengalahkan Mayweather. Dia akan suskes besar jika dapat mengalahkan petinju yang mempunyai kemampuan seperti Mayweather.
  12. Ethuang

    Ethuang Senior+

    Rabu, 05 Des 2007,
    [FONT=Times New Roman, Times, serif]Condes Ditantang Garcia
    [/FONT]


    Martinez Kukuh Rachman Rematch 29 Februari 2008
    SURABAYA - Muhammad Rachman harus siap-siap gigit jari. Agenda rematch melawan pemegang sabuk juara IBF kelas terbang mini Florante Condes dari Filipina tampaknya bakal sulit terealisasi. Berdasar laporan situs berita tinju fighnews, Condes ternyata sudah dijadwalkan melakoni kejuaraan dunia melawan petinju Meksiko Raul Garcia.

    Duel Condes versus Garcia rencananya diselenggarakan pada 16 Februari 2008 di La Paz, Baja California Sur, Meksiko. Garcia yang berperingkat keenam sejatinya bukan lawan yang layak bagi Condes meski pertarungan tersebut partai opsi. IBF pun pernah berencana memanggungkan Garcia melawan petinju peringkat ketiga Juan Pacios (Nikaragua) untuk mencari peringkat pertama.

    Namun, seiring dengan disetujuinya kontrak Condes melawan Garcia, rencana partai eliminasi tersebut secara otomatis batal. Bukan hanya fightnews, situs boxrec turut memublikasikan jadwal kejuaraan mereka pada medio Februari tahun depan.

    Bagaimana tanggapan kubu Rachman? Mereka tetap yakin dengan rencana rematch. Perseteruan Aljoe Jaro, manajer Condes, dengan promotor asal Amerika Serikat Bobby Bostick mereka anggap tidak akan menjadi penghalang.

    "Saya tidak tahu sumber informasi di fightnews itu dari mana. Sebab, Senin (3/12) kami sudah bertemu Jaro di Jakarta. Dalam pertemuan itu, kami sepakat melaksanakan rematch yang tertunda pada 16 November lalu menjadi 29 Februari 2008 dengan tempat tetap di Filipina," papar Martinez Dos Santos, manajer Rachman, kepada Jawa Pos kemarin (4/12).

    Martinez menjelaskan, dalam pertemuan yang dihadiri Rachman dan promotor Ndondo Sugiarto tersebut, pembicaraan sudah sampai ke nilai kontrak. Sebagai penantang, Rachman bakal menerima bayaran sekitar USD 10 ribu atau sekitar Rp 90 juta. Nilai bayaran itu memang jauh lebih sedikit daripada yang pernah diterima sebelumnya.

    "Dalam kondisi seperti ini, bagaimanapun Rachman bisa menerima. Pasalnya, itu kesempatan terakhir dia. Kalau kalah, karir dia sebagai petinju selesai," terang Martinez.

    Pria yang juga dikenal sebagai komentator tinju di televisi swasta nasional itu mengungkapkan keinginan Rachman untuk mantan pelatihnya, M. Yunus. Apalagi, dengan usia yang tak muda (35 tahun), diharapkan, Yunus dapat membantu mengangkat performa petinju yang mengantongi rekor 61 menang (31 KO), 6 kalah, dan 5 draw tersebut dalam waktu tak sampai tiga bulan ke depan.

    "Mudah-mudahan dengan polesan pelatih yang pernah mengantarkan Rachman menjadi juara dunia, dia dapat memulihkan kepercayaan diri," ujar Martinez yang mendampingi Rachman ketika kehilangan gelar setelah kalah angka dari Condes dalam pertarungan di Jakarta 7 Juli lalu.
  13. Ethuang

    Ethuang Senior+

    Rabu, 05 Des 2007,
    [FONT=Times New Roman, Times, serif]Hatton Mantap Dipimpin Cortez
    [/FONT]


    LAS VEGAS - Tak ada alasan Ricky Hatton khawatir dengan faktor non teknis, khususnya faktor wasit. Karena duelnya melawan juara WBC kelas welter Floyd Mayweather Jr di MGM Grand, Las Vegas, Sabtu (8/12) atau Minggu WIB, bakal di pimpin wasit veteran Joe Cortez dari Puerto Riko.

    Cortez sudah tak asing lagi bagi Hatton. Pengadil berusia 62 tahun itu cukup familier. Apalagi, dalam penampilan terakhir ketika Hatton menang KO ronde keempat atas Jose Luis Castillo di Las Vegas, 23 Juni lalu, juga diwasiti Cortez. Selama ini, belum ada protes dari kubu lawan setiap dipimpin mantan juara Golden Gloves 1960-1963 itu.

    "Saya percaya Cortez dapat menjalankan tugas dengan baik. Saya hanya khawatir bila wajah Hatton sampai terluka karena goresan sarung tinju lawan. Kami berharap kalau itu terjadi, wasit sangat hati-hati dalam mengambil keputusan," himbau Billy Graham, pelatih Hatton sebagaimana dilansir sportinglife kemarin (4/12)

    Bagi kubu Hatton, senioritas Cortez yang punya jam terbang tinggi tak diragukan lagi. Wasit kelahiran New York, Amerika Serikat yang pindah ke Puerto Riko di masa kecilnya sudah menekuni profesi wasit tinju mulai awal1970-an.
  14. Ethuang

    Ethuang Senior+

    Rabu, 05 Des 2007,
    [FONT=Times New Roman, Times, serif]Sofyan Tantang Pattalung
    [/FONT]


    Perebutan Juara PABA di Bangkok
    SURABAYA - Petinju Sasana Pirih Sofyan Effendi akan melakoni partai perebutan gelar pertamanya melawan juara bertahan kelas terbang mini (47,6 kg) Pan Asian Boxing Association (PABA) Kwanthai Pattalung dari Thailand. Adu jotos di atas ring tersebut dilangsungkan pada 28 Desember mendatang di Bangkok, Thailand.

    Menurut Eric Pirih, manajer Sasana Pirih, Surabaya, Sofyan sudah mengalami dua kali pembatalan. Sebelumnya, ada tawaran dari IBO untuk bertarung di Meksiko melawan petinju lokal. Tapi, kontraknya dibatalkan. Selanjutnya, dari WBO Asia, yang sedianya dilangsungkan di Filipina 2 Desember, promotornya juga membatalkan.

    Eric mengungkapkan, demi merebut Sabuk Juara Kelas Terbang Mini PABA itu, Sofyan yang berstatus penantang pertama sudah disiapkan sejak Oktober lalu untuk menghadapi laga mandatory tersebut. Salah satu menu latihan yang dilakoni Sofyan adalah sparring partner dengan petinju bergaya sama dengan Pattalung, yakni gaya ortodoks.

    Tak hanya itu, petinju berumur 20 tahun itu sudah tiga kali bertarung dengan petinju dari negeri Gajah Putih. Semuanya berakhir dengan kemenangan knock out (KO). Salah satunya adalah menganvaskan Thonthailek Porworrasing pada 11 Agustus lalu. "Saya rasa, Sofyan tidak bermasalah. Dia sudah tahu apa yang harus dilakukannya," kata Eric.

    Sofyan, meski belum pernah melihat rekaman pertandingan Kwanthai Pattalung, yakin mampu mengalahkan lawannya. Sebab, dia sudah memegang kuncinya. "Petinju Thailand biasanya tahan pukul. Tapi, kalau terus diserang, tentu saja akan kalah," tegasnya.

    "Selama di atas ring pada ronde pertama atau kedua, Sofyan saya instruksikan untuk menjajaki kelemahan lawan," kata Mudafar Danu, pelatih Sofyan.

    Hanya, Eric Pirih berharap agar Sofyan punya mental baja. Pasalnya, berdasar pengalaman dia, tuan rumah akan menggunakan faktor nonteknis untuk menggembosi petinju tamu. Salah satu modus yang kerap dilakukan adalah mengantar petinju ke venue dalam waktu yang mepet dengan pertarungan. Karena itu, petinju tak punya cukup waktu untuk pemanasan. "Semoga tidak terjadi seperti itu. Tapi, sepertinya, hal tersebut 90 persen akan terulang," ujarnya.
  15. Ethuang

    Ethuang Senior+

    De La Hoya, Calon Lawan Berikut Hatton


    [​IMG]

    LAS VEGAS - Belum bertarung dengan petinju Amerika, Floyd Mayweather, petinju Inggris, Ricky Hatton sudah mencanangkan Oscar De La Hoya sebagai lawan berikutnya. Keinginan Hatton pun mendapatkan angin segar, karena The Golden Boy siap menerima tantangan.

    Pertarungan antara De La Hoya dengan Hatton dijadwalkan akan digelar di Stadion New Wembley, Mei 2008. Golden Boy menegaskan akan menuruti apa keinginan lawannya kali ini.

    "Saya siap jika memang pertarungannya digelar di London. Saya ingin bertarung dengan petinju yang bagus. Saya akan senang bisa mengunjungi kampung halaman Hatton dan bertarung dengannya dengan ditonton 80 ribu pasang mata," tegas De La Hoya seperti dikutip Sportinglife, Rabu (5/12/2007).

    Pantas Golden Boy mau menerima tantangan Hatton. Selama ini dia rupanya adalah pengagum gaya tinju Hatton dan sering berlatih tanding dengan calon lawannya tersebut.

    "Ini merupakan pertarungan yang ingin dilihat banyak pihak. Ketika saya melawan Mayweather, itu seperti latih tanding saja. Dia tidak ingin melawan saya," ketusnya.
  16. Ethuang

    Ethuang Senior+

    Mayweather Tahu Kelemahan Terbesar Hatton


    [​IMG]

    LAS VEGAS - Ricky Hatton sungguh-sungguh ingin menjatuhkan calon lawannya, Floyd Mayweather pada perebutan gelar welter, Sabtu (8/12/2007) mendatang. Tapi, Mayweather tidak galah gertak dan menegaskan telah mempunyai senjata ampuh untuk menjatuhkan petinju Inggris tersebut.

    "Saya akan bertarung dengan pintar. Saya adalah tipikal yang licik. Saya mempunyai pengalaman yang cukup untuk menang. Hatton mempunyai kelemahan. Saya akan memperlihatkannya di ring nanti," ketus Mayweather seperti dikutip Reuters, Rabu (5/12/2007).

    Pertarungan yang sedianya digelar di Hotel 7 Kasino MGM Grand, Las Vegas, itu memang banyak ditunggu publik pecinta tinju. Pasalnay, kedua petinju itu mempunyai gaya bertinju boxer yang enak ditonton.

    Tapi, Mayweather memang mempunyai kemampuan segalanya. Hingga kini, dia adalah pemegang sabuk enam juara dunia di lima kelas yang berbeda. Petinju Paman Sam itu memiliki rekor 38-0, sedangkan Hatton 43-0.
  17. s4suk3

    s4suk3 Senior

    Waspadai Pukulan Kanan Mayweather


    LAS VEGAS - Kubu Ricky Hatton terus melakukan psywar. Dua hari menjelang pertarungan WBC kelas welter kontra Floyd Mayweather Jr di MGM Grand, Las Vegas, Amerika Serikat, Minggu (9/12) besok WIB, mereka menyatakan telah mengantongi kekuatan lawan.

    Billy Graham, pelatih Hatton, menyatakan bahwa Mayweather Jr akan mengandalkan tangan kanan. Senjata andalan itu, lanjutnya, akan dimaksimalkan pada pelipis Hatton yang selama ini dikenal rentan luka.

    "Setiap Ricky (Hatton) bertanding, pikiran saya langsung tertuju ke luka. Saya seorang yang realistis meski Ricky ditangani ahli medis yang hebat sekelas Mick Williamson. Tapi, kami telah menyiapkan taktik untuk meredamnya," ujar Graham sebagaimana dilansir BBC kemarin (7/12).

    Graham tahu benar dengan kelebihan dan kelemahan petinjunya tersebut. Maklum, dia sudah menangani petinju kebanggaan Inggris itu sejak 12 tahun silam, ketika Hatton masih berusia 17 tahun.

    Kelebihan postur Mayweather Jr juga telah dipetakan Graham. Hatton memiliki tinggi badan 171 cm atau lebih rendah 6 cm dari lawan. Otomatis, jangkauan Mayweather Jr juga lebih panjang (72-66). Di atas kertas, Mayweather Jr seharusnya lebih mudah melancarkan pukulan.

    Namun, ada satu kelebihan Hatton. Petinju berusia 29 tahun itu lebih muda setahun. "Gaya bertarung Ricky tak kalah hebat dari Floyd (Mayweather Jr). Ricky punya senjata untuk menjatuhkan lawan," lanjut Graham.

    Tidak hanya mengulas kelebihan lawan, Graham pun mengumbar taktik yang akan mereka pakai dengan penuh kepercayaan diri. Kalau selama ini Hatton mengandalkan jap di awal pertandingan, taktik tersebut tidak akan dilakukan lagi.

    Hatton kian percaya diri setelah mendapatkan banyak dukungan dari bintang sepak bola Inggris. Setelah David Beckham, kemarin kapten timnas Inggris Steven Gerrard ikut memberikan semangat.
  18. Ethuang

    Ethuang Senior+

    Hatton: Pertarungan Terbesar Saya!


    [​IMG]

    LAS VEGAS - Juara dunia kelas welter IBF Ricky Hatton berpikir, pertarungannya dengan petinju Amerika Floyd Mayweather adalah pertarungan terbesar petinju Inggris sepanjang sejarah.

    "Ini merupkan pertarungan terbesar petinju Inggris yang pernah digelar," ungkap Hatton yang akan bertarung di MGM Grand Arena pada perebutan kelas welter, Sabtu (8/12/2007), , seperti dikutip Reuters, Jumat (7/12/2007).

    Jelas Hatton sangat menantikan pertarungannya dengan Mayweather. Lawannya kali ini itu adalah petinju yang belum pernah merasakan kekalahan (38-0). Menurutnya belum pernah ada petinju Inggris yang pernah melakukan hal ini.

    "Inggris memang mempunyai banyak petinju legendaris tapi tidak banyak yang pernah bertaung dengan sesama petinju yang bagus," jelasnya.

    Tapi Hatton tidak takut. Dia telah menyiapkan salah satu senjatanya, bermain menekan dengan cepat untuk membungkam lawannya kali ini.

    "Saya optimis menang jika terus menekan Mayweather sejak ronde awal," tutupnya.

    Hatton (43-0) terakhir mempertahankan gelarnya dengan mengalahkan Kostya Tszyu memperebutkan kelas welter, Juni 2005.
  19. Ethuang

    Ethuang Senior+

    Sabtu, 8/12/2007
    Berhenti Kerja, Kekasih Hatton Berencana Hadiri Pertarungannya


    [​IMG]

    LONDON - Sepasang kekasih memang selalu harus setia. Untuk membuktikan cintanya, pacar petinju Inggris Ricky Hatton, Jennifer Dooley memutuskan untuk berhenti dari pekerjaanya sebagai dosen mata pelajaran bisnis hanya untuk melihat pertarungan sang kekasih dengan petinju Amerika Serikat Floyd Mayweather.

    Keputusan ini ditanggapi anak-anak murid Jennifer dengan kecewa. Siswa-siswa itu harus tertegun melihat sepucuk surat pengunduran diri dari sang dosen.

    Keputusan ini juga ditanggi dengan sarkastis kepala sekolah tempat Jennifer mengajar, Peter Taverner. Menurutnya pihaknya tidak bisa menerima keputusan yang diambil salah satu pegawainya tersebut.

    "Saya meminta maaf tidak bisa menghadiri kelas Anda hari ini. Sejak September Anda menjadi murid yang baik dan saya bangga bisa mengajarkan kepada Anda semua," ucap Jennifer, seperti dilansir BBC, Sabtu (8/12/2007).

    Tapi Jennifer berjanji membawa oleh-oleh bagi para muridnya.

    "Saya akan mengirimkan Anda tanda tangan dari kedua petinju ketika saya kembali dari Las Vegas," tambahnya.

    Ricky Hatton akan bertarung melawan floyd Mayweather dalam perebutan gelar welter, hari ini, di MGM Grand, Las Vegas.
  20. Ethuang

    Ethuang Senior+

    Sabtu, 8/12/2007
    Preview Ricky Hutton vs Floyd Mayweather
    Si Leher Beton Dukung The Hitman



    [​IMG]

    LAS VEGAS - Dukungan buat Ricky Hatton supaya menjadi juara dunia kembali mengalir. Kali ini, dukungan itu datang dari mantan jawara dunia kelas berat Mike Tyson.Bahkan, petinju berjuluk Si Leher Beton itu optimis, bila Hatton memenangkan pertandingan akbar melawan Floyd Mayweather itu.
    "Saya ingin Hatton memenangkan pertandingan ini. Saya suka sikap dan gaya dia bertinjunya," ungkap petinju asal Amerika Serikat itu kepada Sportinglife.
    "Saya mendukung Hatton, karena saya tidak suka dengan tingkah laku Mayweather yang bermataduitan dan arogan," tegas petinju berusia 41 tahun itu.
    Lebih lanjut Si Leher Beton mengungkapkan, bila Hatton memenangkan pertandingan itu, maka akan bagus buat olahraga tersebut.
    "Akan sangat sulit bagi Hatton untuk memenangkan pertandingan itu. Tapi, akan bagus buat olahraga ini, jika orang seperti The Hitman memenangkan pertandingan itu," lanjut Si Leher Beton.
    Sementara itu, dalam timbang badan yang dilakukan di MGM Grand Garden Arena, di Las Vegas, Jumat (7/12/2007), berat badan Hatton lebih ringan 1kg dari Mayweather. Berat badan The Hitman 65,7 kg, sedangkan Mayweather 66,6 kg.

Share This Page

Something Useful About Us